
Saumlaki, Jurnalpolisi.co.id – Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., mengajak para santri untuk berani bersuara melawan segala bentuk kekerasan. Pesan ini disampaikan dalam acara Ngabuburit Bersama Santri di Pondok Pesantren Asshidiqqiyah, Tangerang, Selasa (11/3).
Dalam sambutannya, Brigjen Nurul Azizah menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman bagi santri. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga harus terbebas dari kekerasan dan eksploitasi.
“Sebagai santri, kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus tumbuh di lingkungan aman. Jika mengalami atau melihat sesuatu yang tidak benar, jangan ragu untuk bersuara!” tegasnya.
Sebagai upaya pencegahan kekerasan, Brigjen Nurul memperkenalkan kampanye “RISE AND SPEAK”, yang bertujuan mendorong santri untuk lebih berani mengungkapkan kasus kekerasan. Kampanye ini terdiri dari dua prinsip utama:
RISE – Berani Bangkit
- Santri diajak untuk berani berdiri melawan ketidakadilan. “Islam mengajarkan kita untuk kuat dan tegas dalam membela kebenaran,” ujarnya.
SPEAK – Berani Bicara, Selamatkan Sesama
- Ia menegaskan pentingnya kesadaran untuk melaporkan kasus kekerasan. “Jangan diam! Suara kalian bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain,” pesannya.
Brigjen Nurul juga menyoroti langkah-langkah pencegahan kekerasan di pesantren, di antaranya:
- Peningkatan Kesadaran dan Edukasi: Santri harus memahami hak-haknya dan berani berbicara.
- Peran Pimpinan Pesantren dan Ustaz/Ustazah: Tenaga pendidik bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang aman dengan pendekatan kasih sayang.
- Sistem Pelaporan dan Pelindungan: Dibutuhkan mekanisme yang jelas untuk melaporkan dan melindungi korban kekerasan.
- Kolaborasi Semua Pihak: Pencegahan kekerasan bukan hanya tanggung jawab pesantren atau kepolisian, tetapi juga masyarakat luas.
“Kami siap mendukung pesantren dalam menciptakan mekanisme pelindungan yang efektif. Pencegahan kekerasan adalah tugas kita bersama,” ujar Brigjen Nurul.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan kementerian, kepolisian, dan tokoh agama. Para santri tampak antusias mengikuti sesi diskusi tentang hak pelindungan mereka dan pentingnya menciptakan lingkungan bebas kekerasan.
“Bulan Ramadan penuh berkah, bersama santri hati bahagia. Jangan diam jika ada masalah, berani bicara selamatkan sesama,” tutup Brigjen Nurul dengan pantun. (*)













