Langkah Tegas Pemdes Rancamanyar Bersama Forkopimcam: Kades Dani Hamdani Targetkan Zero Miras dan Obat Terlarang demi Keamanan Warga

RANCAMANYAR JURNALPOLISI.CO.ID  — Komitmen kuat dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta melindungi masyarakat dari ancaman penyakit masyarakat kembali dibuktikan secara nyata di lapangan. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Rancamanyar, Dani Hamdani, Pemerintah Desa Rancamanyar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Baleendah menggelar operasi gabungan berskala besar guna memberantas peredaran minuman keras (miras) dan barang ilegal di wilayah hukum Desa Rancamanyar.

Operasi penertiban yang berfokus di wilayah Desa Rancamanyar ini dilaksanakan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 8–9 Agustus 2026, mulai pukul 21.00 hingga 01.30 WIB. Berdasarkan standar profesionalisme jurnalistik yang objektif, kelancaran operasi penertiban ini berjalan optimal berkat pembagian tugas sesuai dengan koridor kewenangan masing-masing institusi:

  • Kapolsek Baleendah, AKP Hendri Noki Rukmansyah, S.H., M.M., beserta jajaran yang memastikan proses penyitaan dan pendataan barang bukti dilakukan secara transparan dan sesuai hukum.

  • Danramil 2417/Baleendah, Kapten Inf Mustofa Sidik, beserta jajaran Babinsa yang memastikan pengamanan dan ketertiban selama proses operasi berlangsung di titik-titik rawan.

  • Kasi Trantibum Kecamatan Baleendah, Didin Tjahyadi, SE, beserta jajaran Satpolinmas yang tampil sebagai garda terdepan dalam penyisiran dan memastikan penegakan Perda ketertiban umum tetap terjaga.

Pelaksanaan operasi ini juga melibatkan peran aktif dari Pemdes Rancamanyar dan elemen masyarakat setempat, di antaranya:

  • Kepala Desa Rancamanyar, Dani Hamdani, beserta jajaran perangkat desa yang turun langsung mendampingi dan memberikan dukungan penuh di lapangan.

  • Anggota Satlinmas Unit Baleendah dan bantuan Anggota Satlinmas Manggahang.

  • Pengurus lingkungan dan warga sekitar yang turut berperan aktif menjaga keamanan wilayah.

  • Media JURNALPOLISI.CO.ID yang hadir langsung mengawal dan memberitakan jalannya kegiatan preventif ini.

Dalam razia penjualan miras tersebut, petugas gabungan berhasil menyita sebanyak 313 botol minuman keras berbagai merek yang diduga ilegal. Selain itu, petugas juga mendapati stok minuman tradisional jenis tuak dalam jumlah yang sangat banyak. Sebagai tindakan tegas di tempat, tuak tersebut langsung dibuang dan dimusnahkan oleh petugas guna mencegah peredaran serta potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.

Landasan Hukum dan Penegakan Peraturan Daerah (Perda)

Langkah penindakan tegas ini didasarkan pada regulasi hukum yang kuat guna melindungi masyarakat dari dampak buruk peredaran minuman ilegal dan penyakit masyarakat:

  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum merupakan urusan pemerintahan wajib yang menjadi kewenangan daerah.

  • Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum, Kebersihan, dan Keindahan (K3) serta Pengawasan, Pengendalian, dan Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol, yang secara tegas melarang setiap orang atau badan usaha menyimpan, memperjualbelikan, atau mendistribusikan minuman beralkohol tanpa izin resmi dari instansi berwenang. Melalui Perda ini, aparat berwenang memiliki mandat penuh untuk melakukan penertiban secara langsung di lapangan.

  • Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol, yang memperkuat pengawasan lintas wilayah agar peredaran minuman ilegal dapat ditekan secara maksimal.

Berdasarkan regulasi dan isi Perda tersebut, setiap bentuk pelanggaran peredaran miras ilegal dikenakan sanksi tegas berupa penyitaan barang bukti di tempat, pendataan pelanggar, hingga proses hukum lebih lanjut guna memberikan efek jera bagi para pelaku pelanggaran ketertiban umum.

Kepala Desa Rancamanyar, Dani Hamdani, menyampaikan harapan besar dan komitmen tegas agar wilayahnya bersih total dari segala bentuk penyakit masyarakat. Beliau menegaskan target utama kedepan adalah mewujudkan zero miras dan obat-obatan terlarang demi menyelamatkan generasi muda serta menjaga keamanan seluruh warga. Kepala Investigasi Nasional jurnalpolisi.co.id, Darmanto, mengapresiasi tinggi ketegasan Kasi Trantibum Didin Tjahyadi bersama Kades Dani Hamdani dalam menghadirkan lingkungan yang aman, tertib, kondusif, dan harmonis.

(DARMANTO – KEPALA INVESTIGASI NASIONAL JP)

Tinggalkan Balasan