
Cileunyi – Kapospam Terpadu Cileunyi Kompol Suharto, S.H. melalui anggotanya memberikan instruksi untuk memberikan himbauan kepada para pemudik untuk tidak memaksakan perjalanan apabila tubuh sudah dirasa lelah.
Ia meminta agar masyarakat tidak terlalu terburu-buru untuk pulang ke kampung halaman hingga aspek keselamatan berkendara jadi tidak diperhatikan.
“Jangan memaksakan, mungkin karena ada pikiran ‘, besok harus sampai’ terus dipaksakan untuk melanjutkan perjalanan,” tutur Suharto saat di konfirmasi di Pos Pam Terpadu Cileunyi. Rabu (26/4/2023)
“Manusia kan mempunyai batas capek dan rasa lelah, apa pun alasannya pasti akan sangat berbahaya jika dipaksa untuk melanjutkan perjalanan,” ujarnya
Ia meminta kepada anggotanya yang bertugas dilapangan agar memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak terlalu terburu-buru untuk pulang ke kampung halaman hingga aspek keselamatan berkendara jadi tidak dihiraukan.
Ia pun meminta kepada para pemudik agar mau beristirahat sejenak apabila sudah merasa lelah dan Capek.
Istirahat bisa dilakukan di pos pengamanan atau pos pelayanan yang sudah dibangun di banyak titik di sepanjang jalur mudik.
“Ini banyak sekali pos pelayanan dan pos pengamanan yang didirikan oleh berbagai macam sponsor, mungkin minuman atau makanan. Tentu manfaatkan istirahat dengan cukup, kalau sudah cukup, silakan berangkat lagi,” ucap Bripka Hasbiyal kepada salah satu Pemudik yang akan mudik ke Daerah Ciputat
Lebih lanjut, Kapolresta Bandung Kombes Pol. Kusworo Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapospam Terpadu Cileunyi Polsek Cileunyi Polresta Bandung Kompol Suharto, S.H. meminta kepada para pemudik agar mengutamakan aspek keselamatan ketika sedang mudik.
Sebab, kelalaian saat bepergian akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan dan ini sangat penting bagi keselamatan untuk mencegah terjadinya laka lantas.
“Jangan karena nafsu ingin cepat sampai, akhirnya memaksakan diri. Empat atau lima detik saja lalai dalam berkendara, tentu itu akan jadi sangat berbahaya dan berakibat fatal bagi keselamatan jiwa manusia,” jelas Suharto
(Red Wandi).













