Sumenep, //Jurnalpolisi.co.id_ Krisis air bersih yang melanda Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, berangsur teratasi setelah Kodim 0827/Sumenep menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter pada Senin (5 Oktober 2026).
Kondisi kering yang terjadi selama tiga bulan terakhir membuat sumur-sumur warga mengering, sehingga warga harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air. Kehadiran truk tangki bantuan dari Kodim Sumenep membawa angin segar bagi warga yang sudah lama menantikan bantuan pasokan air.
Penyaluran ini sekaligus mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Pihak terkait berjanji akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi sampai musim hujan tiba.
Bagi warga, bantuan air bersih tersebut cukup berarti. Sebab, selama kemarau mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Langsar, Masdarun, mengatakan kekeringan telah berlangsung sekitar tiga bulan. Untuk mendapatkan air bersih, dirinya harus membeli air menggunakan kendaraan pikap dengan biaya sekitar Rp80 ribu.
“Kalau musim kemarau kami beli air pakai pikap. Kurang lebih 2,5 kubik, dipakai selama satu minggu. Bahkan kadang belum sampai satu minggu sudah habis,” kata Masdarun.
Air yang dibeli tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, memasak, mandi hingga memenuhi kebutuhan ternak.
“Terima kasih banyak atas bantuan airnya. Semoga berkah dan bermanfaat bagi kami,” ujarnya.
Babinsa Koramil 0827/06 Saronggi Kopda Sugianto mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air akibat kemarau.
“Kami berupaya membantu warga yang terdampak kekeringan. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa meringankan kebutuhan masyarakat, terutama untuk keperluan sehari-hari,” kata Sugianto.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Baznas Sumenep menjadi bagian dari upaya bersama membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan.
Bantuan 5.000 liter air bersih itu kemudian disalurkan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.(NONONG JP)









