Banjarmasin, Jurnalpolisi.co.id –
Heboh! Sebuah podcast di kanal YouTube KDM memicu kontroversi besar di Kalimantan Selatan. Konten tersebut menampilkan narasumber yang mengaku warga Kalimantan Timur, namun berdasarkan penelusuran lebih lanjut, Narasumber tersebut bukan warga asli daerah tersebut. Aksar, diduga melontarkan pernyataan kontroversial yang menyebut suku Banjar sebagai “suku pemalas.” Pernyataan ini langsung memantik kemarahan dan laporan ke pihak berwajib.
Ketua DPP Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalimantan Selatan, Advokat H. Rachmad Fadillah, SH, telah memberikan keterangan kepada Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan. Rachmad, yang juga warga asli Banjar dan Dayak Meratus, menegaskan bahwa pernyataan Aksar sangat menyinggung martabat seluruh masyarakat Banjar. Ia menambahkan, jika pernyataan tersebut ditujukan pada individu, mungkin masih bisa ditoleransi. Namun, generalisasi terhadap seluruh suku Banjar jelas merupakan ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik.
Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan kini tengah mengumpulkan keterangan dan bukti dari berbagai pihak, termasuk laporan masyarakat dan organisasi terkait. FKPWK telah menyerahkan bukti berupa rekaman video podcast dan kronologi kejadian. Rachmad menyatakan proses pemeriksaan berjalan lancar dan kini menunggu langkah selanjutnya dari kepolisian.
Kasus ini menjadi sorotan publik Kalimantan Selatan, mengingat isu sensitivitas etnis dan identitas lokal yang dijunjung tinggi di daerah tersebut. Pernyataan kontroversial ini telah menimbulkan kegaduhan dan menunjukkan betapa pentingnya bijak dalam berujar di era digital.
(Hariyoso).







