LEMBATA — JURNAL POLISI.
Ratusan kaum Muslimin dan Muslimah memadati prosesi pengantaran kubah Masjid Al Muhajirin Babokerong, Jumat (18/9/2026). Kubah karya tenaga lokal tersebut diarak dari lokasi pembuatannya menuju area Masjid Al Muhajirin dalam suasana penuh syukur, kebersamaan dan nuansa keagamaan.
Kubah Masjid Al Muhajirin dibuat langsung di Desa Babokerong oleh Samrul Gafur Puhobotot, salah satu tukang mebeler setempat. Karya tersebut menjadi bagian dari kontribusi masyarakat lokal dalam mendukung proses renovasi rumah ibadah di desa tersebut.
Pantauan wartawan Media Jurnal Polisi di lokasi, prosesi pengantaran kubah dilakukan melalui jalur laut. Puluhan perahu masyarakat turut mengiringi perjalanan kubah menuju Masjid Al Muhajirin Babokerong.
Pemandangan semakin menarik perhatian ketika puluhan perahu tersebut melakukan enam kali putaran membentuk lingkaran di sekitar jalur prosesi. Aksi tersebut disaksikan ratusan mata umat setempat yang berada di sekitar lokasi.
Suasana laut pun berubah menjadi bagian dari perayaan kebersamaan umat. Deretan perahu yang bergerak bersama mengiringi kubah menjadi gambaran kuat tentang semangat gotong royong masyarakat Babokerong dalam menyambut salah satu bagian penting dari renovasi Masjid Al Muhajirin.
Prosesi kemudian dilanjutkan hingga kubah tiba di area Masjid Al Muhajirin. Ratusan umat turut mengambil bagian dan menyaksikan langsung perjalanan kubah dari lokasi pembuatannya hingga menuju masjid.
Bagi masyarakat, momentum tersebut bukan semata-mata proses mengantarkan sebuah kubah. Kehadiran umat menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap keberlangsungan pembangunan serta kemakmuran masjid.
Imam Masjid Al Muhajirin Babokerong, Ustaz Muhammad Syarifudin, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme umat yang hadir.
> “Ini bukan sekadar mengantar kubah. Ini wujud kecintaan dan kebersamaan umat dalam membangun serta memakmurkan rumah Allah,” ujar Ustaz Muhammad Syarifudin.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan masjid tidak berhenti pada keindahan fisik, tetapi harus diikuti dengan peningkatan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Renovasi Masjid Al Muhajirin Babokerong, Safrudin Umar, melalui media Masjid Al Muhajirin Babokerong, menyampaikan bahwa kubah yang telah tiba di area masjid akan terlebih dahulu menjalani rangkaian kegiatan keagamaan sebelum dipasang.
Panitia menjadwalkan doa bersama pada Jumat, 18 September 2026, pukul 20.00 WITA atau ba’da Isya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur sekaligus doa bersama agar proses pemasangan kubah berjalan lancar.
Selanjutnya, pemasangan kubah dijadwalkan pada Sabtu, 19 September 2026, ba’da Subuh.
> “Malam ini kita doa bersama. Pemasangan kubah dijadwalkan Sabtu ba’da Subuh. Kami berharap umat dapat hadir dan bersama-sama mendoakan kelancarannya,” ujar Safrudin.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk semakin mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong masyarakat Babokerong dalam merenovasi serta memakmurkan Masjid Al Muhajirin.
Kubah yang lahir dari keterampilan tenaga lokal, kemudian diantarkan melalui jalur laut dengan iringan puluhan perahu dan disaksikan ratusan umat, kini menunggu tahap akhir untuk berdiri di atas Masjid Al Muhajirin.
Bukan hanya sebuah kubah yang diangkat menuju masjid, tetapi juga harapan agar rumah Allah itu semakin hidup oleh ibadah, persaudaraan dan kebersamaan umat.
Jurnalis: Dhika Ahmad M







