TMMD Ke-123: Gotong Royong TNI dan Masyarakat, Bukti Nyata Cinta untuk Tanimbar

Saumlaki, Jurnalpolisi.co.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Kodim 1507 Saumlaki resmi ditutup hari ini di Desa Arui Das, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan kemeriahan dan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Acara ini menjadi momentum penting dalam rangka mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga melalui penyelesaian dua proyek strategis infrastruktur yang telah berjalan selama 30 hari.

Acara penutupan dimulai tepat pada pagi hari dengan rangkaian upacara adat yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, dan jajaran TNI. Di antara hadirin terdapat Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Danrem, Dandim, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Ch. Ratuanak, Ketua DPRD, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi. Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menandai pentingnya program TMMD sebagai wujud nyata gotong royong dan sinergi lintas lembaga.

Pada kesempatan tersebut, pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa TMMD ke-123 berlangsung dari 20 Februari hingga 20 Maret 2025 dengan target utama menyelesaikan pembangunan infrastruktur di dua desa, yakni pembangunan Talud Penahan Ombak di Desa Arui Das dan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Arui Bab. Kedua proyek ini diprioritaskan untuk mengatasi permasalahan yang selama ini dialami masyarakat, yakni abrasi pantai yang mengancam wilayah pesisir dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura mengapresiasi penuh kerja keras Satgas TMMD yang terdiri dari personel TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Polri. Pangdam menegaskan, “TMMD ke-123 ini adalah bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat. Talud ini bukan hanya melindungi desa dari abrasi dan ombak besar, tetapi juga menjadi simbol ketahanan dan kebersamaan kita dalam menghadapi tantangan.” Keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari segi fisik infrastruktur, tetapi juga sebagai simbol persatuan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan alam dan sosial.

Acara penutupan juga diselingi dengan rangkaian upacara adat yang menjadi bagian penting dalam menyatukan elemen budaya dan modernitas. Doa adat yang dipimpin oleh para tetua desa membuka rangkaian acara sebagai ungkapan rasa syukur atas tercapainya target-target pembangunan. Selanjutnya, pertunjukan tarian tradisional yang dibawakan oleh siswa-siswi dari SMP dan SMA di kedua desa menambah kehangatan dan keceriaan momen tersebut. Penampilan ini tidak hanya memperlihatkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga menggambarkan keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung program pembangunan.

Setelah upacara resmi, para pejabat tinggi melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Di Desa Arui Das, lokasi pembangunan Talud Penahan Ombak disambut antusias oleh warga yang dengan bangga mengantar rombongan pejabat. Di lokasi tersebut, Pangdam bersama rekan-rekannya mengamati detail pembangunan serta berinteraksi langsung dengan masyarakat yang telah ikut serta dalam proses pembangunan. Hal ini menunjukkan bahwa program TMMD bukan semata-mata proyek teknis, melainkan juga merupakan momentum pembelajaran dan kolaborasi antara aparat dan warga.

Di sisi lain, peninjauan juga dilakukan di Desa Arui Bab untuk melihat hasil pembangunan Pustu. Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, dalam kunjungannya menekankan pentingnya fasilitas kesehatan tersebut bagi masyarakat. Dalam sambutannya, ia menyatakan, “Pembangunan Pustu di Arui Bab sangat berarti bagi masyarakat. Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kini, dengan adanya fasilitas ini, akses pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat.” Pernyataan tersebut menggambarkan betapa signifikan kehadiran Pustu bagi kehidupan sehari-hari warga, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan kebutuhan pelayanan kesehatan dasar.

Keberhasilan TMMD ke-123 juga diwarnai dengan cerita-cerita positif dari warga. Masyarakat menyatakan rasa bangga dan syukur atas terselenggaranya program yang mampu menyelesaikan permasalahan mendasar di lingkungan mereka. Sejumlah warga menyampaikan harapan agar program semacam ini tidak berhenti di satu titik saja, melainkan terus dijalankan di desa-desa lain di wilayah Kepulauan Tanimbar. Menurut mereka, kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Pelaksanaan program TMMD ke-123 menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor dapat menghasilkan perubahan nyata. Dalam proses pelaksanaannya, selain kegiatan pembangunan fisik, Satgas TMMD juga memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemeliharaan infrastruktur. Aktivitas-aktivitas tersebut diharapkan dapat membekali warga dengan keterampilan dan pengetahuan guna menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, semangat gotong royong tetap terjaga. Keberhasilan program TMMD ke-123 tidak lepas dari komitmen semua pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat sendiri. Sinergi inilah yang menjadi modal utama dalam menyelesaikan proyek dalam waktu yang singkat dan tepat sasaran.

Acara ini ditutup dengan harapan besar bahwa semangat kolaborasi dan kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan TMMD ke-123 akan terus berlanjut. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan semangat tersebut agar pembangunan di desa-desa terpencil di Kepulauan Tanimbar semakin optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil kerja keras selama 30 hari tersebut diharapkan tidak hanya membawa manfaat jangka pendek, melainkan juga menciptakan perubahan positif yang tahan lama bagi kesejahteraan warga.

Acara penutupan TMMD ke-123 ini menjadi momentum bersejarah yang mengukir keberhasilan dalam menghadirkan solusi nyata atas permasalahan infrastruktur di daerah, sekaligus memperkokoh hubungan antara TNI dan masyarakat sebagai pondasi pembangunan bangsa. (Nik Besitimur)