Tinjau Langsung Dapur SPPG di Desa Cibodas Maribaya Lembang kabupaten Bandung Barat

Jurnalpolisi.co.id-Bandung Barat, 12 November 2025  Tim Jurnal Polisi Pers melakukan kunjungan langsung ke dapur SPPG yang berlokasi di Kampung Cibeunying, RT 03 RW 10, Desa Cibodas, Maribaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kondisi dapur setelah insiden keracunan makanan MBG yang sempat viral di berbagai platform media sosial serta diberitakan oleh media cetak, baik online maupun offline.

Peristiwa keracunan tersebut terjadi pada 28 Oktober 2025, dengan total 236 korban yang merupakan siswa-siswi dari empat sekolah di Desa Cibodas, yakni:

1. SDN Buahbatu Cibodas

2. SDN Negeri 2 Cibodas

3. SMPN 4 Lembang

4. SMK Putra Nasional Cibodas

Menurut keterangan Bapak Sigit, Kepala SPPG Yayasan Mitra Anugrah Perkasa, pihaknya bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan puskesmas setempat di wilayah Cibodas.
“Sekitar 75% korban menjalani rawat jalan, sementara 25% lainnya sempat dirawat inap. Kami memastikan seluruh kebutuhan kesehatan korban dan relawan di posko terpenuhi,” ujar Sigit kepada Jurnal Polisi Pers saat ditemui di kantor yayasan.

Sigit menambahkan bahwa Yayasan Mitra Anugrah Perkasa juga menjamin kebutuhan logistik dan konsumsi bagi para relawan yang bertugas membantu korban.

Saat tim media melakukan peninjauan ke dapur SPPG, ditemukan bahwa dapur tersebut telah memenuhi standar kebersihan yang tinggi dan tampak steril. Namun, meski demikian, penyebab pasti keracunan masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.
“Dari sisi kebersihan dan sterilisasi dapur, semua sudah sesuai SOP. Kami menduga penyebab keracunan kemungkinan berasal dari bahan tambahan atau obat tanaman yang belum sepenuhnya steril, namun hasil uji laboratorium masih kami tunggu,” jelas Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan bahwa pihak yayasan terus memantau kondisi para korban meskipun mayoritas telah sembuh. Komunikasi dengan para orang tua tetap dijaga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial yayasan terhadap masyarakat.

Untuk sementara, dapur SPPG Yayasan Mitra Anugrah Perkasa ditutup sementara waktu hingga penyelidikan tuntas. Pembukaan kembali dapur akan dilakukan setelah seluruh persyaratan dari pemerintah daerah terpenuhi.
“Salah satu syarat yang harus kami penuhi adalah sertifikasi resmi bagi para koki. Saat ini kami sedang melengkapi seluruh dokumen dan syarat administratif agar dapur dapat beroperasi kembali,” tutup Sigit.

(Dian jp red)