ROKAN HILIR — Upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir terus dilakukan. Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menggelar rapat evaluasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir dan jajaran terkait, Senin (20/9/2026).
Rapat evaluasi tersebut berlangsung mulai pukul 14.30 WIB di Ruang Rapat Lantai 8 Kantor Bupati Rokan Hilir, Komplek Perkantoran Batu Enam, Jalan Poros Sungai Rokan, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko.
Rapat dipimpin Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen (Mar) Benyy P. Nadeak, S.E., M.A., bersama sejumlah perwira Tim Mabes TNI, yakni Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Setdakab Rohil Rahmatul Zamri, S.Sos. yang mewakili Bupati Rohil, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf. M Ricky P.P.P.A.G.A., S.Hub.Int., M.H.I., Wakapolres Rohil Kompol Rikky Operiady, S.Sos., S.I.K., M.I.K., para Pasi Kodim 0321/Rohil, para Danramil, para Kapolsek, para kepala OPD Pemkab Rohil, Danposal Bagansiapiapi Kapten Laut (P) Edufree Hutabarat, serta para camat se-Kabupaten Rohil.
Peserta rapat di ikuti 54 orang, terdiri dari 32 orang unsur Pemkab Rohil, 9 orang dari Kodim beserta jajaran, 8 orang dari Polres beserta jajaran, serta 5 orang dari BPBD Rohil.
Dalam penyampaiannya, Brigjen (Mar) Benyy P. Nadeak menegaskan bahwa Tim Mabes TNI telah melaksanakan kegiatan penyuluhan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir.
Menurutnya, tim penyuluhan Mabes TNI disebar ke berbagai wilayah Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla. Kehadiran tim tersebut bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus mendorong kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Penanganan Karhutla harus melibatkan seluruh pihak agar tujuan dapat tercapai dengan baik dan sesuai harapan,” ujar Benyy.
Brigjen (Mar) Benyy menilai Kabupaten Rokan Hilir merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi Karhutla cukup tinggi. Kondisi tersebut tidak terlepas dari karakteristik wilayah yang banyak memiliki lahan gambut dan rentan terbakar saat memasuki musim kemarau.
Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi harus diperkuat melalui langkah deteksi dini, edukasi, kesiapsiagaan serta koordinasi lintas sektor.
Selain itu, Brigjen (Mar) Benyy juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pemadaman, khususnya untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses secara langsung.
Sementara itu, Asisten I Setdakab Rohil Rahmatul Zamri menyampaikan apresiasi kepada Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI yang telah turun langsung memberikan penyuluhan dan melakukan evaluasi di Kabupaten Rokan Hilir.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf Bupati Rohil yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan agenda lainnya.
Rahmatul mengakui bahwa pelaksanaan program pencegahan Karhutla masih menghadapi sejumlah tantangan. Meski demikian, pemerintah kecamatan disebut terus berupaya maksimal mengikuti dan menjalankan program penyuluhan yang telah dilaksanakan Tim Mabes TNI.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPBD Rohil Safnurizal, S.E., mengungkapkan bahwa salah satu kendala yang masih dihadapi dalam penanganan Karhutla adalah keterbatasan sarana, peralatan dan perlengkapan pemadaman.
“Kondisi wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang merupakan lahan gambut membuat penanganan Karhutla membutuhkan waktu dan tenaga ekstra ketika kebakaran terjadi,” ujarnya.
Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penting bagi seluruh unsur terkait untuk memperkuat pola pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Rohil.
Sinergi antara Pemkab Rohil, TNI-Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat dinilai menjadi kunci dalam melakukan deteksi dini, pencegahan, pemadaman hingga penanganan pascakebakaran.
Selain penguatan sarana dan prasarana, edukasi kepada masyarakat juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Dengan adanya evaluasi bersama ini, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir semakin terkoordinasi dan efektif.
Rapat evaluasi berakhir sekitar pukul 15.10 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif.
Jurnal Polisi: Husin Tanjung







