SUMEDANG – Jurnalpolisi.co.id- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Agroforesty yang berlokasi di Dusun Bojongjati, Desa Tarikolot, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, terus berkomitmen memberikan akses pendidikan nonformal sekaligus pembekalan kewirausahaan bagi masyarakat sekitar.
Hadir sebagai wadah pendidikan kesetaraan, lembaga ini berfokus pada penanganan anak putus sekolah di wilayah Jatinunggal dan sekitarnya agar memiliki masa depan yang lebih mandiri.
Kepala Sekolah PKBM Agroforesty, Neng Teti Rusmayanti, menyampaikan bahwa keberadaan PKBM ini diharapkan mampu menjadi jembatan dan sarana ketaatan sosial serta kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
”Harapan kami, anak-anak yang sempat putus sekolah bisa kembali melanjutkan pendidikannya di sini. Selain ditunjang dari sisi akademis, kami juga fokus menunjang bidang kewirausahaan dan keterampilan para siswa,” ujar Neng Teti saat ditemui di lokasi kegiatan.
Neng Teti menjelaskan, salah satu program unggulan keterampilan yang dikembangkan di PKBM Agroforesty adalah pertanian terpadu. Melalui program ini, para peserta didik tidak hanya mendapat ijazah formal kesetaraan, tetapi juga dibekali keahlian praktis yang siap diterapkan di dunia kerja maupun usaha mandiri.
Selain itu, guna meningkatkan kualitas SDM dan daya saing peserta didik, pihak lembaga juga rutin menjalin kerja sama pelatihan dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) di Kadipaten.
Data dan Perkembangan Peserta Didik
Berdasarkan rekapitulasi data Data Pokok
Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Semester Ganjil TA 2026/2027, PKBM Agroforesty mencatatkan peningkatan jumlah peserta didik yang lumayan signifikan.
Total Peserta Didik: 258 siswa (meningkat dari 225 siswa pada semester sebelumnya).
Rincian Siswa: 138 Laki-laki dan 120 Perempuan.
Rombongan Belajar (Rombel): 11 Rombel.
Tenaga Pendidik & Kependidikan (PTK): 11
Orang (4 Guru dan 7 Tenaga Kependidikan).
Fasilitas Usaha/Belajar: Dilengkapi ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta ruang keterampilan khusus.
Saat ditanya mengenai lulusan, pihak pengelola menjelaskan bahwa lembaga yang beroperasi berdasarkan izin tahun 2025 ini sedang mempersiapkan angkatan pertamanya untuk menghadapi kelulusan pada tahun ajaran mendatang.
Melalui sinergi antara pendidikan akademis dan pelatihan vokasi pertanian terpadu ini, PKBM Agroforesty berharap minat masyarakat—khususnya anak usia sekolah yang terputus pendidikannya—dapat terus meningkat untuk kembali meraih masa depan yang lebih baik.
(Maman)







