Jurnal polisi – Depok – Bhayangkari PG 06 Korps Brimob Polri menggelar kegiatan tausiyah bersama Koh Dennis Lim di Gedung Satya Haprabu, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Rabu (12/8/2026). Kegiatan mengangkat tema “Menjaga Lisan Menyelamatkan Masa Depan.”
Kegiatan dipimpin Ketua Bhayangkari Gabungan 06 Korps Brimob Polri, Ny. Yuli Ramdani Hidayat, dan dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari Gabungan 06 Korps Brimob Polri, Ny. Dinny Reza Arief Dewanto, Ny. Dhenty Suhendri, Ny. Vera Yuri Karsono, Ny. Rosa Mulyadi, Ny. Ika Gatot Mangkurat, personel Polwan, serta Pengurus Gabungan dan jajaran Bhayangkari 06 Korps Brimob Polri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan dan pembukaan saat Ketua Bhayangkari Gabungan 06 Korps Brimob Polri bersama Koh Dennis Lim memasuki Gedung Satya Haprabu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah mengenai pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari upaya menjaga keimanan, hubungan keluarga, dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam tausiyahnya, Koh Dennis Lim mengajak para peserta untuk senantiasa menjaga lisan, terutama ketika sedang marah. Ia mengingatkan agar tidak terburu-buru berbicara saat emosi karena ucapan yang keluar dapat menyakiti orang lain dan sulit untuk diperbaiki.
“Ketika marah, tahan dulu lisannya. Beri waktu untuk menenangkan diri, karena tidak semua yang kita rasakan harus langsung kita ucapkan,” pesannya.

Koh Dennis Lim juga mengingatkan bahwa setiap orang akan menghadapi ujian dalam kehidupan, baik melalui keluarga, kondisi ekonomi maupun kesehatan. Karena itu, kesabaran dalam menghadapi ujian dapat menjadi bagian dari amal dan penggugur dosa.
Selain menjaga lisan dari perkataan buruk dan gibah, ia menekankan pentingnya menerapkan akhlak yang baik di dalam keluarga. Suami, anak, dan orang-orang terdekat justru harus mendapatkan kelembutan dalam ucapan dan sikap.
Ia juga mengajak para peserta menjadikan Maryam sebagai teladan perempuan salehah, serta mengingatkan bahwa kecantikan fisik bersifat sementara, sedangkan kecantikan hati dan akhlak menjadi nilai yang lebih utama. Dalam kehidupan rumah tangga, istri yang salehah diharapkan dapat menjadi sumber ketenangan dan penguat bagi keluarga.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta berkesempatan berdiskusi secara langsung bersama Koh Dennis Lim mengenai berbagai persoalan kehidupan sehari-hari dan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Melalui kegiatan tersebut, Bhayangkari PG 06 Korps Brimob Polri tidak hanya menghadirkan ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mengajak para peserta menerapkan pesan tausiyah dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga lisan, menahan amarah, bersabar menghadapi ujian, serta membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan mewujudkan keluarga yang harmonis.
(Mendra)







