Banjar, Jurnalpolisi.co.id –
5 Juni 2025
Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalimantan Selatan mengapresiasi gelaran Panen Raya Jagung Serentak yang diinisiasi oleh Polda Kalsel sebagai bagian dari program nasional Swasembada Pangan 2025.
Ketua Umum FKPWK, Advokat H. Rachmad Fadillah, SH, bersama Pembina Junaidi, Penasehat Arman, dan Ketua Harian Dr. Drs. Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H., menyatakan dukungan penuh atas keberhasilan pertanian jagung yang dilakukan di lahan basah rawan kebakaran di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
“Kegiatan ini luar biasa dan sangat prestisius. Ini bukti nyata keberhasilan aparat dalam membalikkan tantangan menjadi peluang melalui sektor pangan. Kalimantan Selatan bisa jadi contoh nasional,” ujar Akhmad Murjani.
Rachmad Fadillah—penerima penghargaan Bintang Bhayangkara Nararya dan Satyalancana Kesetiaan 32 Tahun, serta memiliki kompetensi di bidang penyidikan kejahatan finansial dan cyber crime—kini memimpin FKPWK dan aktif sebagai advokat serta Kepala Bidang Advokasi & Pembelaan Anggota DPD DePA-RI Kalsel. Ia menyebut program ini sebagai bentuk nyata sinergi TNI-Polri dengan masyarakat dalam menjaga ketahanan nasional.
Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan bahwa sekitar 41 hektar lahan jagung berhasil dipanen hari ini, bagian dari lebih dari 120 hektar lahan potensial, dengan 5.400 hektar telah disiapkan untuk pertanian berkelanjutan.
“Lahan yang dulu langganan karhutla kini jadi ladang jagung produktif. Ini transformasi besar,” tegas Kapolda. Ia juga memerintahkan pembangunan infrastruktur pertanian seperti jalan panen dan pepohonan peneduh untuk mendukung kegiatan yang ramah lingkungan.
Panen ini terhubung langsung secara virtual dengan Presiden RI Prabowo Subianto, dan menjadi simbol sinergi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan melalui keterlibatan aktif lintas sektor, termasuk purnawirawan TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengelolaan lahan.
FKPWK menyebut langkah Polda Kalsel sebagai “teladan transformasi wilayah rawan menjadi pusat produksi pangan.” Mereka siap menjadi mitra strategis dalam menjaga kesinambungan program ini menuju Indonesia mandiri pangan tahun 2025.
(Hariyoso).












