Satlat Brimob Cikeas Buka Pelatihan Sniper bagi Personel Korps Brimob Polri

JURNAL POLISI – BOGOR – Satuan Latihan Brimob Korbimob Polri resmi membuka Pelatihan Sniper bagi Personel Korps Brimob Polri Tahun Anggaran 2026. Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan Yana Anucasana Dharma, Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).

Upacara dipimpin Komandan Satuan Latihan Brimob Korbrimob Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto selaku Inspektur Upacara, dan diikuti para perwira, instruktur, personel Satlat Brimob, serta peserta pelatihan dari jajaran Korbrimob Polri dan Satbrimob Polda.

Dalam arahannya, Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto menekankan pentingnya pelatihan sebagai sarana meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kesiapan personel dalam menghadapi tuntutan tugas di lapangan.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel, sehingga mampu melaksanakan tugas secara cepat, tepat, profesional, dan tetap menjunjung tinggi hukum serta etika dalam pelaksanaan tugas,” ujar Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto.

Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 28 hari, mulai 22 September hingga 19 Oktober 2026, dengan lokasi pelatihan di Satuan Latihan Brimob Cikeas dan area latihan Gunung Halimun Salak, Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 40 personel dari jajaran Korbrimob Brimob Polri dan Satbrimob Polda mengikuti pelatihan ini. Pelaksanaan pelatihan didukung 14 personel instruktur Satlat Brimob serta 20 personel Kolat dan pendukung.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik yang meliputi pengantar sniper, keterampilan menembak, navigasi darat, penggunaan senjata dan scope, pemahaman data log book, teori balistik, serta latihan menembak dalam berbagai kondisi. Materi diberikan melalui metode teori atau ceramah, drill dan praktik lapangan, serta simulasi dengan skenario.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Korps Brimob Polri dalam meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel, khususnya dalam penguasaan teknik dan taktik yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.

Selain meningkatkan kemampuan individu, pelatihan diarahkan untuk memperkuat soliditas dan kesiapan personel dalam mendukung operasional kepolisian, terutama dalam menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berintensitas tinggi.

Dari pelatihan tersebut, personel diharapkan mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat, bertindak profesional, berintegritas, serta patuh terhadap hukum. Peserta juga diharapkan dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada personel lainnya di satuan masing-masing.

(Mendra)

Tinggalkan Balasan