SUMEDANG, jurnalpolisi.co.id – 14 Mei 2026 – Masyarakat Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang untuk segera turun tangan menangani musibah longsor yang memutus saluran air Sanggiang Sri. Saluran ini merupakan “urat nadi” bagi keberlangsungan hidup para petani di wilayah tersebut.
Kondisi saluran yang rusak parah dikhawatirkan akan memicu kekeringan hebat pada musim kemarau mendatang. Pasalnya, saluran Sanggiang Sri menjadi satu-satunya sumber pengairan utama bagi lebih dari 100 hektar lahan persawahan milik warga.
Penanganan Darurat Warga Belum Maksimal
Hingga saat ini, warga dari 4 RW di wilayah Nangorak telah berupaya melakukan gotong royong untuk memperbaiki kerusakan secara swadaya. Namun, karena keterbatasan alat dan besarnya skala kerusakan akibat longsor, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal.
Ketua RW 05 Nangorak menyatakan bahwa kemampuan warga sangat terbatas untuk menangani infrastruktur vital tersebut secara permanen.
”Kami sudah bergerak melakukan penanganan darurat, tapi itu sifatnya hanya sementara. Tanpa bantuan teknis dari instansi terkait di Pemda Sumedang, kami pesimis musibah ini bisa teratasi dengan tuntas,” ungkapnya, Kamis (14/5).
Harapan Warga kepada Pemda Sumedang
Warga berharap Pemda Sumedang tidak “tutup mata” terhadap kondisi ini. Jika tidak segera diperbaiki, potensi gagal panen massal menghantui ratusan kepala keluarga yang bergantung pada sektor pertanian.
(MAMAN)











