Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Baitul Arham Berlangsung Khusuk, Khidmat dan Kondusif

Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Baitul Arham Berlangsung Khidmat dan Kondusif

Sumenep, Jurnalpolisi.co.id — Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Baitul Arham, Desa Pabian, berlangsung khidmat, tertib, dan kondusif, Sabtu (21/3/2026).

Sejak pagi hari, ratusan hingga lebih dari seribu jemaah telah memadati area masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Suasana khusyuk terasa saat gema takbir berkumandang, menandai hari kemenangan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.

Masjid Baitul Arham yang berdiri sejak tahun 1948 ini dikenal memiliki nilai historis dengan arsitektur khas perpaduan budaya Jawa dan Islam. Keberadaannya juga mencerminkan kerukunan antar umat beragama di Desa Pabian, dengan berdampingannya tiga rumah ibadah, yakni masjid, gereja, dan klenteng dalam satu kawasan.

Bertindak sebagai khatib, Aba H. Bajuri, pengasuh Pondok Pesantren Khodimul, Desa Kolor, Sumenep, dalam khutbahnya mengajak jemaah untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta menjaga silaturahmi dan persaudaraan antar sesama.

Ia juga mengapresiasi peran panitia dan pengurus masjid yang telah menyelenggarakan Salat Idul Fitri dengan baik, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif.

Selain itu, Aba H. Bajuri mengingatkan bahwa masjid merupakan milik bersama yang harus dijaga dan dimakmurkan. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para dermawan yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan serta kemakmuran masjid.

Sementara itu, salah seorang takmir masjid, Sentot Purnomo Hadi, mengatakan bahwa persiapan pelaksanaan Salat Idul Fitri telah dilakukan jauh hari sebelumnya, mulai dari penyiapan fasilitas hingga penentuan penceramah.

“Alhamdulillah, pelaksanaan tahun ini berjalan lancar. Banyak masyarakat, termasuk para perantau yang mudik, memilih melaksanakan salat di Masjid Baitul Arham,” ujarnya.

Ia menambahkan, masjid tersebut telah direhabilitasi tanpa menghilangkan nilai arsitektur lama. Proyek rehabilitasi dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, pada Maret hingga Oktober 2023 dengan nilai kontrak sekitar Rp8,47 miliar. Masjid ini kemudian diresmikan pada 31 Maret 2024.

Usai pelaksanaan salat, para jemaah saling bersalaman sambil mengucapkan “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin”, sebagai wujud mempererat silaturahmi.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Baitul Arham tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta nilai toleransi dan keharmonisan di tengah masyarakat.( Soedarsono jp )