Kertasari, Kabupaten Bandung – Kepedulian Polisi Kampung Aipda Irawan, personel Polsek Kertasari Polresta Bandung Polda Jabar, terlihat saat membantu seorang petani sekaligus penjual sayur asal Kp. Pajaten Desa. Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, yang motornya mogok di jalan perkebunan teh.
Menjelang petang, petani tersebut baru pulang dari Pangalengan setelah dagangannya habis terjual. Namun, perjalanan pulang terhambat ketika sepeda motor tuanya mogok di lokasi yang cukup jauh dari bengkel.
Melihat kondisi tersebut, Aipda Irawan memilih berbalik arah dan membantu. Dengan seutas tali tambang sederhana, motor ditarik perlahan menyusuri jalan perkebunan hingga sampai ke rumah pemiliknya.
Sesampainya di rumah, Aipda Irawan menyempatkan diri berbincang sambil menikmati teh hangat bersama keluarga. Dari obrolan sederhana itu, terungkap perjuangan keluarga tersebut yang berjualan sayur dan masakan dari rumah, sekaligus mengasuh dua cucu yang masih kecil setelah ibu mereka meninggal dunia sekitar satu tahun lalu karena sakit.
Sebelum berpamitan, Aipda Irawan menitipkan sedikit rezeki untuk kedua cucu dan membantu biaya perbaikan motor yang menjadi salah satu sarana keluarga mencari nafkah.
Tidak besar dan bukan untuk dipamerkan.
Hanya bentuk kepedulian agar keluarga tersebut merasa tidak sendirian menghadapi kesulitan.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si., melalui Kapolsek Kertasari Iptu Agus Gusdimansah, menyampaikan bahwa kepedulian personel kepada masyarakat merupakan bagian dari semangat Polri untuk selalu hadir dan memberikan manfaat.
“Polri bukan hanya hadir dalam pelayanan keamanan. Kepedulian sederhana di tengah kesulitan masyarakat juga merupakan bagian dari pengabdian.”
Kisah di pelosok Kertasari ini menjadi gambaran bahwa Polisi Kampung bukan sekadar sebutan, melainkan tentang kehadiran di tengah kehidupan masyarakat.
Bagi sebagian orang, motor mogok mungkin hanya persoalan kendaraan. Namun bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil kerja sehari-hari, motor yang berhenti bisa berarti terhambatnya perjalanan mencari nafkah.
Hari itu, dengan kendaraan dinas, telepon genggam sederhana, dan seutas tali tambang, Aipda Irawan memilih berhenti untuk membantu.
Karena menolong tidak harus menunggu memiliki banyak. Terkadang, cukup peduli dan hadir pada waktu yang tepat.
Semoga Allah SWT memberkahi keluarga tersebut dan menerima setiap kebaikan sebagai amal yang tulus.
Video singkat diunggah oleh Aipda @irawanzed melalui @polsekkertasari dan @infopolisi_indonesia.***
Anang (JP).







