Lewat Slackline, Brimob Hadirkan Keceriaan bagi Anak-Anak Pengungsi Barangkolong

Jurnal polisi – Manggarai, NTT – Di tengah kondisi warga yang masih menjalani masa pemulihan pascagempa, Korps Brimob Polri melalui Satgas SAR BKO Polda Nusa Tenggara Timur terus memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.

Senin (24/8/2026) pukul 09.00 WITA, dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Hasripuddin melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan dikemas secara interaktif melalui slackline, yakni aktivitas berjalan di atas tali karmantel yang direntangkan secara horizontal. Aktivitas tersebut melatih keseimbangan dan konsentrasi sekaligus menciptakan suasana bermain yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian Brimob kepada anak-anak terdampak gempa. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk bermain, kembali ceria, serta membangun semangat di tengah situasi yang masih dalam proses pemulihan,” ujar Kombes Pol. Hasripuddin.

Antusiasme terlihat dari anak-anak yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Mereka tampak menikmati aktivitas yang diberikan personel Brimob, sehingga suasana di lokasi pengungsian menjadi lebih ceria dan penuh kebersamaan.

Kegiatan tersebut juga mendapat tanggapan positif dari sejumlah orang tua. Kehadiran personel Brimob dinilai memberikan perhatian dan pendampingan yang berarti bagi anak-anak selama berada di pengungsian.

Kegiatan trauma healing ini, Korps Brimob Polri tidak hanya hadir dalam penanganan kedaruratan, tetapi juga berupaya memberikan ruang bagi anak-anak terdampak bencana untuk bermain, berinteraksi, dan membangun kembali semangat serta rasa percaya diri di tengah proses pemulihan.

(Mendra)

Tinggalkan Balasan