Latpraops Amole 2026 Resmi Dibuka, Korbrimob Polri Matangkan Kesiapan 415 Personel

Jurnal polisi – Cikeas – Dalam rangka menjamin keamanan Objek Vital Nasional PT Freeport Indonesia, Korps Brimob Polri kembali menyiapkan pasukan terbaiknya yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Amole 2026.

Komandan Pasukan Pelopor Korbrimob Brigjen Pol. Donyar Kusumadji memimpin langsung Upacara Pembukaan Pelatihan Pra Operasi (Latpraops) Amole Tahun 2026 di Lapangan Nagara Yanottama Satlat Brimob, Cikeas, Bogor. Kamis (15/10/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Teknisi KBR Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Pradah Pinunjul, Brigjen Pol. Amostian, serta Teknisi Jibom Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Djadjuli, Brigjen Pol. Cristiyanto Goetomo, dan Para Pejabat Utama Korbrimob.

Latpraops ini berlangsung selama 32 hari terhitung mulai tanggal 13 Oktober hingga 13 November 2026, bertempat di tiga lokasi strategis, yakni Satlat Brimob Cikeas, area Gunung Halimun Salak dan PT Antam Pongkor, Bogor.

Sebanyak 415 personel gabungan dilibatkan dalam latihan ini, yang terdiri dari unsur Mako Korbrimob, Pasukan Pelopor, Pasukan Gegana, Satuan Intelijen, hingga dukungan personel dari Satbrimob Polda Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat.

Dalam sambutan Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat yang dibacakan oleh Brigjen Pol. Donyar Kusumadji, ditekankan bahwa penugasan merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan negara yang harus dijaga dengan penuh dedikasi, profesionalisme, dan tanggung jawab. Seluruh personel diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), menjaga disiplin, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan risiko dan mencederai kepercayaan masyarakat.

“Saya ingatkan kepada seluruh peserta untuk tetap waspada dan jangan pernah menyepelekan situasi yang terlihat landai atau aman, meskipun saudara sudah pernah bertugas di tempat yang sama sebelumnya,” tegas Brigjen Pol. Donyar Kusumadji saat membacakan sambutan Dankorbrimob Polri.

Lebih lanjut, Dankorbrimob menekankan pentingnya kemampuan personel untuk segera beradaptasi dengan tiga aspek utama di wilayah hukum Polda Papua Tengah, yakni aspek geografis, aspek kultur, dan aspek juridik. Pemahaman terhadap karakteristik wilayah, dinamika situasi, serta ketentuan hukum yang berlaku menjadi landasan penting dalam menentukan langkah dan mengambil keputusan secara tepat di lapangan.

Seluruh personel juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi, komunikasi, dan soliditas, serta membangun pola tindak yang terpadu guna meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas pelaksanaan tugas. Melalui Latihan Pra Operasi Amole Tahap II Tahun 2026, para peserta dipersiapkan agar memiliki kemampuan, kesiapan mental, dan kedisiplinan yang tinggi dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dan tantangan tugas, sehingga mampu melaksanakan penugasan secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur.

Dankorbrimob Polri juga mengingatkan bahwa setiap personel harus memahami tugas, menguasai prosedur, serta mampu mengambil keputusan secara tepat dengan tetap mengedepankan keselamatan, penghormatan terhadap HAM, dan perlindungan masyarakat. Dengan kesiapan yang matang dan sinergi seluruh unsur, diharapkan pelaksanaan tugas di wilayah Papua Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Latihan ini bertujuan untuk mengasah naluri tempur, menyiapkan mental dan fisik, serta memperkuat jiwa korsa dan loyalitas prajurit sebelum diterjunkan ke medan operasi yang sebenarnya. Diharapkan melalui pelatihan intensif ini, Satgas Amole 2026 mampu mengemban misi mulia dalam menjaga kedaulatan dan aset berharga milik negara.

(Mendra)

Tinggalkan Balasan