Kolaborasi Penuh Makna: Jurnal Polisi Pers dan Kunjungan ke UPTD Puskesmas Cibuntu, Bandung Kulon – Kota Bandung, Jawa Barat

Bandung jurnalpolisi.co.id-

Bandung, 14 Juli 2025 — Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, tim Jurnal Polisi Pers melakukan kunjungan dan wawancara eksklusif bersama drg. Kurnia Tejaningtias, Kepala UPTD Puskesmas Cibuntu yang juga merangkap sebagai dokter gigi. Pertemuan ini berlangsung di Gedung Puskesmas Cibuntu, wilayah Bandung Kulon, Kota Bandung, sebagai bagian dari sinergi media dan sektor pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

Visi dan Misi: Satu Langkah Bersama Kota Bandung

Dalam perbincangan santai namun bermakna tersebut, drg. Kurnia menjelaskan bahwa visi dan misi Puskesmas Cibuntu diselaraskan dengan moto pelayanan kesehatan CEKAS, yang juga menjadi semangat Kota Bandung, yaitu:

CEPAT – Dalam melakukan tindakan dan pelayanan

EFEKTIF – Efisien dalam memberikan pengobatan

KOMUNIKATIF – Dalam menyampaikan edukasi dan konseling

AMANAH – Dalam menjalankan tugas dengan tanggung jawab

SENYUM – Salam, sopan, dan santun

> “Tujuan utama kami adalah meningkatkan angka kesehatan masyarakat Cibuntu melalui pelayanan yang bermutu dan menyeluruh,” ujar drg. Kurnia penuh keyakinan.

Sejarah dan Kepemimpinan: Dari 1970 Hingga Kini

Puskesmas Cibuntu berdiri sejak tahun 1970, menjadi pionir layanan kesehatan di tengah masyarakat Bandung Kulon. Drg. Kurnia sendiri mulai bergabung sejak tahun 2019, dan akan mengakhiri masa tugasnya pada 2027.

> “Ini bukan hanya pekerjaan, tetapi juga panggilan hati,” tutur beliau dengan senyum tulus.

Sumber Daya Manusia: Kompak dan Tangguh

Puskesmas Cibuntu didukung oleh tenaga kesehatan yang solid, dengan komposisi sebagai berikut:

Dokter umum: 3 orang

Dokter gigi: 2 orang

Perawat: 5 orang

Bidan: 5 orang

Promkes: 2 orang

Ahli epidemiologi: 1 orang

Ahli gizi (nutritionist): 2 orang

Sanitarian: 2 orang

Rekam medis: 1 orang

Tenaga non-medis: 13 orang

> “Kami memaksimalkan peran lintas profesi untuk menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat,” jelas drg. Kurnia.

Integrasi Layanan Primer (ILP): Layanan Kesehatan Berbasis Klaster

Puskesmas Cibuntu menerapkan pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui lima klaster:

1. Klaster 1: Manajemen

2. Klaster 2: Ibu dan Anak

3. Klaster 3: Dewasa dan Lansia

4. Klaster 4: Pencatatan Penyakit Menular

5. Klaster 5: Lintas Klaster (Farmasi, Pelayanan Gigi, dan Instalasi Gawat Darurat/IGD)

Layanan IGD beroperasi sesuai jam kerja puskesmas, namun tetap siaga untuk menangani kasus darurat ringan.

Adaptif dengan Teknologi: Online dan Offline

Puskesmas Cibuntu telah mengadopsi layanan berbasis digital untuk pasien BPJS didukung dengan sistem pendaftaran manual bagi pasien umum. Disediakan pula petugas khusus untuk membantu proses pendaftaran online langsung di lokasi.

> “Kami memastikan tak ada warga yang tertinggal hanya karena kendala teknologi,” tambah drg. Kurnia.

Program Unggulan: Semua Adalah Prioritas

Berkomitmen pada prinsip Standar Pelayanan Minimal (SPM), Puskesmas Cibuntu tidak membeda-bedakan program.

> “Semua program penting, karena semuanya bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Home Visit: Menjemput Bola, Mendekatkan Pelayanan

Salah satu pendekatan unggulan yang rutin dilakukan adalah kunjungan rumah (home visit). Setiap hari, tim kesehatan mendatangi warga yang tidak mampu datang langsung ke puskesmas.

> “Kami tidak hanya menunggu pasien datang, kami mendatangi mereka,” ujar drg. Kurnia menggambarkan semangat pelayanan mereka.

Menghadapi Keterbatasan: Inovasi dan Kolaborasi

Walau dihadapkan pada tantangan keterbatasan fasilitas dan SDM, drg. Kurnia optimistis bahwa inovasi dan kerja sama akan terus mendorong kemajuan.

> “Kami terus berinovasi dan bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung. Fasilitas kami benahi bertahap, SDM kami tingkatkan terus-menerus,” tutup beliau.

Jurnal Polisi Pers mengapresiasi dedikasi Puskesmas Cibuntu yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Semoga kolaborasi lintas sektor ini menjadi inspirasi bagi lembaga pelayanan publik lainnya di seluruh Indonesia.

(Dian jp red)