
Tanjung Redeb,Jurnal Polisi.co.id – Pertemuan Coffee Afternoon dalam rangka pembahasan percepatan peningkatan ekonomi dan wisata Kabupaten berau melalui modal transfortasi udara, kamis,8/6/2023, bertempat di ruang VIP Bandara Kalimarau, kec.Teluk bayur, kab. Berau yang dihadiri sekitar 30 orang pejabat yang ada dikabupaten berau.
Pejabat yang hadir saat itu diantaranya Wakil Bupati Berau (H. Gamalis, SE), Ketua DPRD Kab.Berau (Madri Pani, SE), Dandim 0902/BRU yang diwakili oleh Danramil 0902 Tanjung Redeb Kapten. Arm Sarmidi, Kapolres Berau (AKBP Sindhu Brahmarya,SH.,S.I.K), kekepala kejaksaan Negeri R.Hari Wibowo,S.H, M.H ikut hadir, DanSkadron 13/Serbu, Kadis Perhubungan (Dr.H. Andi Marewanggeng, ST,MT), Kepala kantor Otoritas Bandar udara wilayah VII Balikpapan (Endah Purnama Sari), Kepala kantor UPBU Kelas I Kalimarau Tanjung Redeb (Ferdinan Nurdin, SH.S.IT, M.Tr) dan seluruh tamu undangan lainya yang tidak disebutkan namanya.

Adapun pertemuan tersebut diadakan merupakan silatuhrahni dan berkumpul bertatap muka secara langsung bersama dalam membahas persoalan transfortasi udara dan selanjutnya bagaimana mensukseskan dan meningkatkan potensi disetiap wilayah di kab. Berau.
Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut juga dibahas terkait komitmen nya, selalu berusaha memberikan pelayanan yang baik unruk kepentingan masyarakat dan meningkatkan potensi berau melalui jalur penerbangan.
Karena, kabupaten berau memiliki potensi seperti Bali, maka dari itu, akan berusaha meningkatkan potensi tersebut.
Dijelaskan pula, Tren pergerakan penumpang, kargo dan pesawat, paska Pandemi covid 19 dan diakhir tahu 2022 menyebabkan penurunan yang cukup signifikan dengan turunnya jemlah penumpang dan kargo dari tahun 2019 sampai 2020 dan stay sampai 2022 yang menyebabkan penurunan pergerakan pesawat, jelasnya.
Potensi daerah kab. Berau dalam mendongkrak perekonomian.kab. berau diantaranya wisata, hasil perkebunan, pertanian, perternakan, tambang,nelayan dan pengunjung yang datang dari luar daerah.
Selanjutnya, yang menjadi sorotan tajam keluar dari ketua DPRD kab. Berau dan suluruh pejabat yang hadir, karena banyaknya keluhan dari masyarakat untuk harga tiket yang terlalu tinggi dan kapasitas pesawat yang terlalu kecil.
Ketua DPRD kab.berau menanggapi inti permasalahannya , dikatakannya bahwa sebelum covit harga tiket Rp 800.000 sampai dengan Rp 900.000 tetapi setelah covid berakhir koq harga tiket jadi melambung tinggi mencapai 1 juta lebih hingga mendekati 2 juta hanya ke Balikpapan bahkan itupun tiket susah didapatkan, pungkasnya.
Jadi menurut Madri Pani, bagaimana kab berau dapat dipromosikan, kalau harga tiketnya terlalu mahal.
Madri Pani berharap pesawat Boeing dapat ditangkan keberau, mengingat kabupaten berau memiliki potensi dalam bidang perekononian dan Pariwisata.
Oleh karena mahalnya tiket pesawat, masyarakat berau memilih lewat darat atau laut untuk memotong ongkos perjalanan.
Madri Pani, Ketua DPRD Kabupaten berau mewakili masyarakat berau mengatakan, hanya 1 (satu) permohonan masyarakat, Tolong Turunkan Harga Pesawat, karena akses yang paling dibutuhkan masyarakat kabupaten bera saat ini,, hal yang sama tanggapan datang dari Kapolres berau, bahwa lagi-lagi permasalahan harga tiket yang menjadi keluh kesah dari masyarakat, jadi menurutnya kalau saja Pesawat besar masuk itu sangat berdampak pada masyarakat berau.
Point hasil pertemuan silatuhrahmi yang sudah dilaksanakan, meminta kepada Pemerintah daerah dan seluruh pejabat terkait, memberikan ongkos tiket yang murah dan mendatangkan pesawat yang lebih besar atau menambah maskapai yang ada, agar apa yang diharapkan dari masyarakat segera dilaksanakan, tutupnya.(****)
(Marihot JP).













