Kab. Bandung Barat, Jurnal Polisi | Akses jalan menuju sekolah di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, masih memprihatinkan. Para siswa harus melintasi sungai menggunakan jembatan bambu sederhana yang kondisinya sudah tua dan rawan, setiap hari berangkat dan pulang sekolah.
Jembatan bambu tersebut menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan pemukiman warga dengan lokasi sekolah. Setiap hari puluhan siswa berjalan kaki melewatinya dengan penuh kehati-hatian, khawatir bambu yang sudah lapuk itu tidak kuat menahan beban. Apalagi saat musim hujan tiba, air sungai meluap dan jembatan menjadi licin serta terasa goyang, sehingga sangat membahayakan keselamatan anak-anak.

“Sering kali kami khawatir, takut jembatan ambruk sewaktu-waktu. Apalagi kalau berpapasan, sempit sekali lewatnya,” ungkap salah seorang warga yang mengantar anaknya bersekolah, Senin (10/08/2026).
Para siswa pun mengaku sering merasa takut melintas, namun terpaksa karena tidak ada jalan lain. Mereka berharap pemerintah segera memperhatikan dan membangun jembatan yang lebih aman dan layak, agar anak-anak bisa bersekolah dengan tenang dan selamat.
Sampai saat ini, hanya warga yang bergotong royong membangun jebatan tersebut. (Suryana)













