Batam – Jurnalpolisi.co.id Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menghadiri Seminar Internasional dan Misa Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026 yang digelar di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel Batam, Minggu (20/9/2026).
Seminar membahas perlindungan pekerja migran, pencegahan perdagangan orang, serta pentingnya migrasi yang aman dan legal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirjen KP2MI Rinardi, S.E., M.Sc., Anggota Komisi III DPR RI Yulius Setiarto, Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol. Imam Riyadi, S.I.K., M.H., Uskup Keuskupan Pangkal Pinang, Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Direktur Eksekutif Stella Maris Batam, Wali Kota Batam yang diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan para peserta.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran membutuhkan sinergi pemerintah, kepolisian, lembaga terkait, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat. Pencegahan harus dimulai dari daerah asal calon pekerja migran melalui edukasi, pelatihan, dan informasi prosedur kerja yang legal.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan, eksploitasi, perekrutan ilegal, dan perdagangan orang. Polda Kepri berkomitmen melakukan pencegahan, penegakan hukum, serta memberikan perlindungan dan pendampingan kepada korban.
Sementara itu, Dirjen KP2MI Rinardi menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran harus berujung pada kesejahteraan. Pekerja migran perlu mendapat informasi yang benar, perlindungan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Indonesia, serta pemenuhan hak-haknya.
Dirjen KP2MI Rinardi menambahkan, pemerintah terus memperkuat tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran melalui koordinasi lintas sektor, pengawasan terhadap perusahaan penempatan, serta peningkatan layanan pengaduan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah praktik perekrutan ilegal dan memastikan setiap pekerja migran memperoleh perlindungan yang layak.
Seminar tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan migrasi yang aman, tertib, manusiawi, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja migran Indonesia.
(Siti)









