KADES PESANGGRAHAN UNGKAP SKENARIO PENGGULINGAN: BOIKOT PERANGKAT DESA DIREKAYASA — TERLIBAT OKNUM DPRD, APH, BPBD DAN AKTIVIS KWANYAR

Bangkalan, Jurnalpolisi.co.id — Polemik yang memanas di lingkungan Pemerintahan Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, kini memunculkan penjelasan sekaligus bantahan resmi dari Kepala Desa Pesanggrahan, Akhmad Sudaryanto, SH. Tuduhan-tuduhan yang berkembang selama ini justru dinilai sebagai bagian dari skenario terencana bernuansa politis dan provokatif, yang tujuannya tak lain adalah mengkudeta dan menggulingkan Kepala Desa yang sah.

Menurut keterangan Kepala Desa, ketidakaktifan sejumlah perangkat desa yang kini disorot ternyata merupakan buah dari provokasi terarah. Ada pihak-pihak yang sengaja memanaskan suasana, memengaruhi perangkat desa agar tidak bekerja sama, dengan tujuan agar pemerintahan desa tampak lumpuh dan lemah — lalu dijadikan alasan untuk menuntut penggantian kepala desa.

Lebih mengejutkan, Kepala Desa menyebutkan unsur-unsur yang diduga kuat menjadi otak di balik layar terjadinya upaya penggulingan dan kekisruhan tersebut, antara lain:

• Oknum Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan

• Oknum Aparat Penegak Hukum (APH)

• Oknum BPBD

• Serta melibatkan pula aktivis kemasyarakatan yang bergerak di wilayah Kecamatan Kwanyar

Kepala Desa menegaskan, semua unsur tersebut diduga bersekongkol dan bekerja sama secara terorganisir untuk menciptakan suasana panas, memprovokasi, serta memutarbalikkan fakta — semata-mata demi kepentingan politik praktis dan ambisi kekuasaan, bukan demi kepentingan masyarakat Desa Pesanggrahan. Kepala Desa berharap agar aparat berwenang segera menelusuri jejak dugaan keterlibatan para oknum tersebut, sehingga kebenaran dapat terungkap sejelas-jelasnya di hadapan publik.

TANGGAPAN KETUA UMUM PAKIS

Menyikapi memanasnya situasi di Desa Pesanggrahan, Ketua Umum Lembaga PAKIS, Abdurrahman Tohir, menyampaikan seruan tegas kepada seluruh pihak:

“Hendaknya semua pihak tetap tenang dan menahan diri. Lakukan tabayyun, periksa kebenaran, dan klarifikasi setiap informasi secara terbuka sebelum menarik kesimpulan. Jangan biarkan suasana terus dipanaskan karena kepentingan sesaat. Yang paling utama saat ini adalah menjaga kondusivitas desa dan memastikan pelayanan kepada masyarakat Pesanggrahan tetap berjalan lancar tanpa terganggu. Demi rakyat, jangan biarkan ambisi mengalahkan akal sehat.” tegas Rahman.(Mahmud JP)

Tinggalkan Balasan