Majalengka, Jurnal Polisi | Jurnalis, anggota TNI-Polri, dan seniman di Kabupaten Majalengka menggelar munajat dan mengheningkan cipta untuk delapan orang yang hilang saat menjalankan tugas di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan bertajuk Munajat dan Mengheningkan Cipta untuk Jurnalis Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau itu berlangsung di halaman Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka, Sabtu (19/9/2026) malam.
Kegiatan diisi dengan pembacaan puisi oleh seniman teater Ocky Sandi dan istighosah bersama. Kegiatan tersebut diikuti para jurnalis serta perwakilan TNI dan Polri.
Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki hadir bersama Aiptu Herawan, Kanit Intelkam Polsek Majalengka Kota. Sementara unsur TNI hadir melalui perwakilan Kodim Majalengka dari Koramil Kota Majalengka.
Delapan orang yang hilang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speedboat. Lima jurnalis itu yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas.
Adapun tiga kru speedboat yakni Warta atau Surahman sebagai kapten kapal, Sukarman atau Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Ketua PWI Majalengka Pardi Supardi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus pengingat mengenai risiko yang dihadapi wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik.
“Makna yang kita bisa ambil dari kegiatan ini adalah bagaimana tugas seorang jurnalis itu sangat berat dan juga bisa mengancam nyawa,” kata Pardi.
Pardi mengatakan, wartawan tetap dituntut menjalankan tugas secara profesional dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.
Namun, keselamatan juga harus menjadi perhatian dalam setiap kegiatan peliputan, terutama di wilayah yang memiliki risiko.
Ia berharap peristiwa tersebut tidak menyurutkan semangat wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pengingat agar wartawan tetap profesional dan memperhatikan keselamatan saat bekerja di lapangan.
Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki mengatakan, kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada para jurnalis dan kru speedboat yang hingga kini belum ditemukan.
“Kami bersama-sama mendoakan agar delapan orang yang belum ditemukan segera mendapatkan titik terang dan bisa segera ditemukan. Semoga keluarga yang masih menunggu juga diberikan kekuatan,” kata Piki.
Perwakilan Koramil Kota Majalengka juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Doa bersama dilakukan sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga dan rekan-rekan delapan orang yang masih menunggu kabar.
Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan.
Operasi pencarian kemudian dilakukan selama 10 hari. Namun, hingga operasi pencarian resmi dihentikan, keberadaan delapan orang tersebut belum ditemukan.







