Jurnal polisi – Watukosek – Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Dasar Brimob bagi Serdik Paja Akpol Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita Tahun 2026 resmi dimulai. Upacara pembukaan digelar di Lapangan Tribrata Pusdikbrimob Lemdiklat Polri, Watukosek, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur Jumat (21/8/2026), dipimpin oleh Teknisi KBR Utama Tk. I Korbrimob Polri Irjen Pol. Rudy Harianto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapusdik Brimob Lemdiklat Polri Kombes Pol. Dedy Indriyanto, Ka SPN Polda Jatim Kombes Pol. Agung Setyo Nugroho, Kapusdik Sabhara yang diwakili AKBP Sutikno, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKBP Toni Agus Salim, Wadanden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Osman Ashari, para pengasuh Pasis Akpol Angkatan 58, PJU Pusdik Brimob, serta para tamu undangan.
Sebanyak 282 Serdik Paja Akpol mengikuti pendidikan selama dua bulan sebagai langkah awal dalam memperkuat kemampuan teknis dan taktis Brimob. Pendidikan ini juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta kesiapan operasional para calon perwira Polri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Rudy Harianto menegaskan bahwa menjadi perwira Brimob bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga keteladanan dan integritas.
“Sebagai perwira, saudara bukan hanya dituntut mampu memimpin anggota, tetapi harus menjadi contoh dalam disiplin, integritas, keberanian, ketegasan, dan pengendalian diri,” tegasnya.
Beliau juga meminta para peserta didik mampu tetap tenang menghadapi tekanan, berpikir jernih dalam situasi krisis, mengambil keputusan berdasarkan hukum dan prosedur, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Menurutnya, ketangguhan fisik harus berjalan seiring dengan kekuatan mental dan kematangan emosional. Karena itu, seluruh proses pendidikan harus dijalani dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh semangat.
“Jangan takut menghadapi proses pembentukan diri. Setiap kesulitan selama pendidikan merupakan bagian dari persiapan menghadapi tantangan tugas yang sesungguhnya,” ujar Irjen Pol. Rudy Harianto.
Menutup amanatnya, Irjen Pol. Rudy Harianto berpesan kepada para calon perwira agar selalu siap menjalankan tugas dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan.
“Jadilah perwira yang siap memimpin, siap ditugaskan, siap menghadapi tantangan, dan siap mempertanggungjawabkan setiap tindakan kepada institusi, masyarakat, bangsa, dan Tuhan Yang Maha Esa.”
Pembukaan pendidikan ditandai dengan penanggalan tanda pangkat dan penyematan tanda siswa kepada perwakilan Serdik, sebagai simbol dimulainya perjalanan pembentukan perwira Polri yang profesional, tangguh, berintegritas, dan humanis.
Melalui pendidikan yang disiplin dan terukur, para Serdik diharapkan mampu tumbuh menjadi perwira Polri yang tidak hanya siap menghadapi tantangan tugas, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang hadir dengan keberanian, ketegasan, profesionalisme, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
(Mendra)







