FLORES, Jurnal Polisi
Penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu ( 15/8/26) terus dilakukan secara intensif. Aparat gabungan TNI-Polri bersama Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan dan instansi terkait masih melakukan pencarian, evakuasi serta penanganan terhadap masyarakat terdampak.
Berdasarkan laporan situasi sementara yang diterima Jurnal Polisi dari jajaran Kodam IX/Udayana, dampak gempa tersebar di sejumlah kabupaten, antara lain Sikka, Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai dan Manggarai Timur.
Kerusakan dilaporkan terjadi pada rumah warga, fasilitas pemerintahan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, perbankan, gudang Bulog hingga sejumlah akses transportasi.
Di Kabupaten Sikka, kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan Terminal Pelabuhan L. Say Maumere.
Selain itu, pasokan listrik mengalami pemadaman.
Di Kabupaten Nagekeo, dampak gempa juga dirasakan cukup signifikan. Di Kampung Nagadero yang berada di wilayah pesisir, sejumlah rumah warga dilaporkan rusak setelah air laut sempat naik ke daratan. Sementara di Kampung Nila, sejumlah tiang listrik roboh dan menutup akses jalan raya.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di kawasan Pelabuhan Maropokot, berupa retakan pada akses jalan. Kondisi diperparah dengan padamnya listrik serta hilangnya jaringan komunikasi.
Sementara di Kabupaten Ende, sebagian bangunan pemerintah dan rumah masyarakat dilaporkan roboh maupun mengalami keretakan. Pemadaman listrik juga dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana.
Dua jalur transportasi strategis, yakni Ende–Bajawa dan Ende–Maumere, dilaporkan terputus sehingga berpotensi menghambat proses distribusi bantuan dan mobilisasi tim penyelamat.
Dampak cukup luas juga dilaporkan dari Kabupaten Manggarai. Sejumlah kantor pemerintahan, termasuk Kantor Bupati Manggarai, Inspektorat dan Kejaksaan mengalami kerusakan.
Kerusakan turut terjadi pada bangunan Bank NTT, Gudang Bulog, kampus UNIKA dan RSUD. Sejumlah tempat ibadah, rumah warga serta fasilitas umum seperti puskesmas juga dilaporkan terdampak.
Di Kabupaten Manggarai Timur, kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan gereja, masjid dan rumah warga. Sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, gedung Dinas Kehutanan serta Bank BRI Cabang Borong juga mengalami kerusakan.
Aparat Gabungan Dikerahkan
Untuk mempercepat penanganan bencana, personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan dan unsur terkait dikerahkan ke sejumlah titik terdampak.
Di Kabupaten Sikka, unsur gabungan melibatkan personel Kodim 1603/Sikka, TNI AL, Polres Sikka, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan RSUD TC Hillers serta Brimob.
Di Kabupaten Ngada, personel Kodim 1625/Ngada, Polres Ngada dan Dinas Kesehatan turut diterjunkan.
Sementara di Nagekeo, dukungan personel TNI berasal dari Brigif 42/Kefa dan Yonif 834/WM. Di Ende, Kodim 1602/Ende bersama instansi terkait juga melakukan penanganan di lapangan.
Untuk wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, unsur Kodim 1612/Manggarai, Polres Manggarai, Polres Manggarai Timur, Brimob serta instansi lainnya turut dikerahkan.
Selain personel, sejumlah kendaraan dan perlengkapan pendukung juga telah digerakkan, antara lain truk, ambulans, kendaraan patroli, kendaraan Maung, sepeda motor, kendaraan D-Max, tenda lapangan dan velbed.
Sejumlah lokasi telah digunakan sebagai titik pengungsian dan posko penanganan masyarakat terdampak.
Di Ngada, posko berada di wilayah Riung. Di Nagekeo, posko ditempatkan di Mbay. Sementara di Ende, lokasi pengungsian berada di halaman Kantor BNPB Kabupaten Ende dan halaman RSUD Ende.
Di Manggarai, beberapa lokasi yang digunakan antara lain Lapangan Barang Kolong, Bukit Golo Sita, Bukit Tengkuromo dan Gunung Kedindi.
Aparat gabungan bersama masyarakat hingga kini masih melakukan pencarian terhadap korban serta pendataan dampak kerusakan di sejumlah wilayah.
Dalam laporan situasi tersebut disebutkan bahwa sejumlah bandara di wilayah Flores sementara ditutup, dengan pengecualian Bandara Larantuka di Kabupaten Flores Timur.
Untuk mendukung operasi penanggulangan bencana, satu unit helikopter Bell 412 milik Lanudal Juanda juga disiapkan untuk membantu pelaksanaan penanggulangan bencana di wilayah Flores.
Kondisi di lapangan masih terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, pendataan kerusakan dan distribusi bantuan.
Jurnalis ; Dhika Ahmad M













