LEMBATA – . Jurnal Polisi
Proses ekskavasi arkeologi di Kabupaten Lembata masih terus berlangsung. Tim peneliti gabungan Indonesia–Tiongkok saat ini menelusuri jejak kehidupan manusia masa lampau yang diperkirakan pernah mendiami Pulau Lomblen sekitar 2.800 hingga 3.000 tahun silam.
Berdasarkan pantauan wartawan media ini di lokasi penelitian pada Senin (3/8/2026), proses ekskavasi masih berlangsung di sejumlah titik penggalian. Dengan menggunakan peralatan arkeologi, tim peneliti mengupas lapisan demi lapisan tanah secara hati-hati untuk menjaga keutuhan setiap tinggalan budaya yang ditemukan.
Dalam proses penggalian tersebut, tim menemukan sejumlah artefak berupa pecahan periuk tanah (gerabah), cangkang kerang, dan siput. Seluruh temuan didokumentasikan secara rinci sesuai standar penelitian arkeologi sebelum dianalisis lebih lanjut di laboratorium guna mengetahui usia, karakteristik, bahan penyusun, serta keterkaitannya dengan kehidupan manusia masa lampau di Pulau Lomblen.
Sementara berdasarkan pantauan wartawan media ini pada Jumat (7/8/2026), aktivitas ekskavasi masih terus berlanjut di titik pertama penelitian yang berada di belakang Kantor Polres Lembata.
Tim peneliti terlihat tetap melakukan penggalian secara teliti dengan mengupas lapisan tanah secara bertahap. Hingga saat pemantauan dilakukan, kegiatan penelitian masih difokuskan pada proses ekskavasi dan pendokumentasian setiap lapisan tanah.
Tim peneliti masih terus menelusuri jejak kehidupan manusia purba sesuai target penelitian. Hingga saat ini, belum ditemukan temuan baru yang menjadi sasaran utama penelitian, sehingga proses penggalian masih terus dilakukan untuk memperoleh data arkeologi yang lebih lengkap.
Seluruh proses penelitian dilakukan berdasarkan kaidah ilmiah, di mana setiap lapisan tanah, artefak, maupun material pendukung lainnya dicatat secara sistematis untuk dianalisis lebih lanjut guna mengungkap sejarah kehidupan manusia prasejarah di Pulau Lomblen.
Jurnalis; Dhika Ahmad M













