Asahan, Jurnal Polisi | Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit Warung Ayam Jingkrak Beranda di Dusun 1 , Desa Portu, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, pada jumat , 24 April 2026. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 7.30 WIB dan mengakibatkan kerugian materi sekitar 30 juta.
Warung tersebut yang terbakar diketahui milik Eva (30), seorang warga Dusun 1 , Desa Rahuning 2. Kecamatan Rahuning Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, meskipun sebagian besar bangunan warung tidak dapat diselamatkan.
Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran pertama kali diketahui oleh Karyawan ( Izam ) saat Dirinya hendak mengambil Hp yang tertinggal diruangan kasir , Tiba-tiba, korban mendengar suara letupan dari arah belakang warung.
Merasa curiga dengan suara tersebut, Izam segera keluar melihat untuk memastikan kondisi bangunan. Saat itu, ia melihat asap hitam tebal mulai mengepul dari bagian atas atap warung, menandakan api telah muncul dan mulai membesar.
Korban kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Mendengar teriakan tersebut, warga Dusun 1 Desa Portu , berdatangan dan berupaya membantu melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya.
Api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian warung. Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu dan Gedek diduga mempercepat penyebaran api sehingga sulit dikendalikan oleh warga.
Tidak lama berselang, unit pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Tim dari Damkar Pos Rahuning ( BK 9103 V ) serta dibantu masyarakat untuk proses pemadaman.
Petugas Damkar lebih satu jam untuk mengendalikan api. Upaya pemadaman akhirnya membuahkan hasil, dan sekitar pukul 8 .30 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kapolsek Pulau Raja AKP Defta Sitepu, S.H., mengatakan bahwa pihak kepolisian segera melakukan langkah pengamanan lokasi kejadian serta pendataan awal setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai kurang lebih Rp. 30 juta. Kami telah mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKP Defta.
Berdasarkan keterangan sementara dari pemilik warung dan saksi di lokasi kejadian, kebakaran diduga bermula dari belakang warung yang ditandai dengan adanya suara letupan sebelum api muncul. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan korsleting listrik.
AKP Defta juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing, serta menggunakan jasa teknisi yang berkompeten apabila melakukan penambahan daya atau instalasi listrik baru guna meminimalisir risiko terjadinya kebakaran. (Sugito/kabiro)







