Di Tengah Pemulihan Pascagempa, Kombes Pol. Hasripuddin Pimpin Personel Brimob Dampingi Warga Reo

Jurnal polisi – Manggarai, NTT – Di tengah proses pemulihan pascagempa, Korps Brimob Polri BKO Polda Nusa Tenggara Timur terus hadir mendampingi masyarakat di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai. Sabtu (22/8/2026), personel Korbrimob bergerak memastikan bantuan logistik tersalurkan sekaligus memberikan pendampingan kepada anak-anak pengungsi melalui kegiatan trauma healing dan fun game.

Kegiatan diawali pukul 07.30 WITA dengan apel pagi personel Brimob di Lapangan Polsek Reo. Apel dipimpin Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) SAR Korbrimob Polri Kombes Pol. Hasripuddin, sebagai bagian dari pengecekan kesiapan personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak.

Pada pukul 09.00 WITA, Dansatgas SAR Korbrimob Polri BKO Polda NTT menerima laporan dari relawan Al-Fatihah terkait permintaan pengawalan bantuan logistik. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung keamanan dan kelancaran distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.

Tak hanya memenuhi kebutuhan dasar, personel Brimob juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak pengungsi. Pada pukul 09.45 WITA, Dansatgas dan Dankigas SAR Korbrimob Polri bersama personel melaksanakan trauma healing dan fun game bagi anak-anak di Posko Pengungsian Barangkolong.

Melalui permainan dan interaksi edukatif, anak-anak diberikan edukasi, motivasi, serta semangat untuk menghadapi situasi pascabencana. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain dan berinteraksi dalam suasana yang lebih positif di tengah kondisi pengungsian.

Sementara itu, pada pukul 10.15 WITA, sebanyak 10 personel Korps Brimob Polri melaksanakan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Posko Pengungsian Barangkolong. Pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Korps Brimob Polri bersama relawan dan unsur terkait terus berkoordinasi dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memberikan rasa aman dan dukungan selama masa pemulihan.

(Mendra)

Tinggalkan Balasan