==========
SOREANG, KABUPATEN BANDUNG Sabtu 3 Oktober 2026 – Pagi di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Bojong, Soreang Bandung Jawa Barat terasa berbeda.
Deru kendaraan tempur hadir di tengah ruang publik, sementara warga mendekat dengan rasa ingin tahu saat Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si menghadiri pembukaan Pameran Alat Utama Sistem Senjata dalam rangka HUT ke 81 TNI Tahun 2026, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Di antara jajaran pejabat, personel TNI dan Polri, serta warga setempat, sosok Tri hadir dalam sebuah perhelatan militer dengan wajah publik.
Pameran itu tidak sekadar menampilkan perangkat pertahanan, tetapi membuka ruang perjumpaan antara institusi negara dan masyarakat Kabupaten Bandung.
Acara dipimpin Danpussenif TNI AD Letnan Jenderal TNI H Iwan Setiawan, S.E., M.M. Sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Bandung, personel TNI Polri, serta masyarakat setempat turut hadir sejak rangkaian pembukaan dimulai.
Suasana bergerak dari seremoni menuju ruang pamer. Lagu Indonesia Raya berkumandang, sambutan disampaikan, doa bersama digelar, lalu para pejabat meninjau area Alutsista.
Di titik ini, perangkat tempur tidak lagi hanya tampak sebagai benda keras di balik pagar atau layar berita. Warga dapat melihat bentuk kendaraan, mendekat, berswafoto, bahkan merasakan pengalaman menaiki kendaraan tempur Anoa dan Panser.
Bagi masyarakat, pengalaman semacam itu menghadirkan cara sederhana untuk mengenal perangkat pertahanan. Bagi institusi TNI, ruang pamer menjadi sarana memperlihatkan peran pertahanan dalam bahasa lebih dekat dengan kehidupan warga.
Suasana semacam itu memperlihatkan fungsi lain sebuah pameran pertahanan. Peralatan militer tidak hanya dibaca melalui spesifikasi teknis, tetapi dikenali lewat pengalaman visual dan sentuhan ruang publik.
Anak anak, keluarga, serta pengunjung memperoleh kesempatan melihat bentuk kendaraan tempur secara langsung. Momen tersebut membuat jarak antara simbol pertahanan dan keseharian warga terasa lebih dekat.
Dalam komunikasi publik, pengalaman langsung memberi kesan kuat daripada informasi.
Asa Sapa Rakyat
Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan menempatkan pameran sebagai ruang silaturahmi.
Ia menyebut kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk mengenal Alutsista secara langsung.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana silaturahmi untuk meningkatkan kebersamaan serta dukungan masyarakat kepada TNI dalam menjaga keutuhan NKRI,” ucap Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan.
Pernyataan itu memberi konteks lebih luas terhadap acara di Soreang. Pameran tidak berhenti pada tampilan kendaraan tempur, sebab interaksi publik menjadi bagian penting dari pesan kebersamaan.
Kehadiran Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si dalam agenda tersebut menempatkan unsur kepolisian pada ruang kolaborasi keamanan.
Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si hadir bersama unsur pemerintahan daerah dan militer, memperlihatkan koordinasi lintas institusi dalam menjaga sebuah kegiatan publik.
Di tengah keramaian, detail kecil justru menjadi bagian penting. Warga bergerak dari satu titik pamer menuju titik lain, melihat kendaraan tempur dari jarak dekat, lalu membawa pulang pengalaman melalui foto dan cerita.
Aman Hingga Siang
Di balik suasana pameran, terdapat kerja pengamanan. Polresta Bandung menerjunkan personel gabungan agar seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, serta lancar.
Pengamanan dipimpin Kabag Ops Polresta Bandung Kompol Aef Suhendi, S.H., bersama Kapolsek Soreang Kompol Oeng Hoeruman, S.H., M.H. Penempatan personel menjadi bagian dari kesiapan kepolisian menjaga pergerakan massa serta kelancaran agenda sejak pembukaan hingga kegiatan berakhir.
Kompol Oeng Hoeruman mengonfirmasi seluruh rangkaian pembukaan berakhir pukul 11.00 WIB. Ia menyatakan kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Catatan itu menutup sebuah pagi dengan dua wajah. Di satu sisi, Soreang menjadi ruang perjumpaan warga dengan Alutsista di sisi lain, aparat bekerja memastikan ruang tersebut tetap tertib.
Dari sudut pandang ini terletak pada pertemuan manusia dan institusi. Kendaraan tempur menjadi daya tarik visual, tetapi interaksi warga, pesan kebersamaan, serta kerja pengamanan memberi makna lebih luas pada pameran HUT ke 81 TNI.
Kapolresta Bandung Komisaris Besar Polisi Dr Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si hadir dalam konteks itu.
Bukan sebagai pusat tunggal acara, melainkan sebagai bagian dari jejaring pejabat, aparat, dan warga dalam sebuah kegiatan publik di Kabupaten Bandung.
Pameran Alutsista akhirnya meninggalkan gambaran sederhana. Teknologi pertahanan dapat hadir di tengah masyarakat melalui ruang terbuka.
Sementara komunikasi antara aparat dan warga dibangun lewat pengalaman langsung, percakapan, serta kesempatan melihat perangkat pertahanan dari dekat.
Peristiwa penting hari ini di Soreang Bandung ini memperlihatkan satu hal penting. Sebuah agenda militer dapat memiliki wajah sipil ketika warga diberi ruang untuk datang, melihat, bertanya, berfoto, dan merasakan langsung atmosfer pameran.
Acara berakhir pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif. Namun, pengalaman warga melihat Anoa dan Panser dari jarak dekat menjadi bagian dari cerita publik tentang HUT ke 81 TNI di Kabupaten Bandung.*** (Csa_Sdm)
Darmanto (Kepala Investigasi JP).







