Palangka Raya – Jurnalpolisi.co.id –
Sekitar pukul 12:30 siang tepatnya, Lurah Bukit Tunggal Subahan Noor mendapat informasi dari warga telah terjadinya Karhutla di wilayah Danau Rangas yang juga termasuk wilayah Kelurahan Bukit Tunggal yang Ia pimpin.
Dengan Sigap Subahan Noor sebagai Lurah Bukit Tunggal bersama team penanganan Karhutla segera meluncur ke tempat kejadian terjadinya Karhutla tepatnya di Danau Rangas untuk memastikan adanya Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sedikitnya kurang lebih 10 hektar api sdh melahap hutan dan lahan walaupun masih jauh dari pemukiman warga, dan yang menyulitkan Subahan Noor bersama team penanggulangan Kebakaran hutan dan lahan adalah titik api yang jauh dan tidak ada akses jalan untuk di lalui menuju titik api sehingga sangat menyulitkan usaha Subahan Noor bersama team penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk memadamkan api yang membakar hutan dan lahan itu.
Subahan Noor mengatakan kepada awak media Jurnal Polisi ketika di wawancarai tentang kejadian tersebut mengatakan, awal terjadinya Kebakaran itu menurut informasi warga dan RT setempat belum ada yang tau, karena api tiba-tiba muncul dari tengah yang tidak dapat di jangkau warga, tetapi api ini dari tengah munculnya mungkin bisa juga terjadi dari sersah yang terbakar dan terbang tertiup angin sehingga menimbulkan terjadinya api di lokasi itu, mungkin untuk sementara itu yang menjadi prediksinya.
Ada dua titik api yang terjadi terlihat di tempat kejadian itu yang pertama ada di Danau sari atau Danau rangas disekitarnya ternyata setelah kita cek lokasi jauh dari danau sari cuman kalo kita jauh memandang letaknya seperti di danau sari atau danau rangas.
Yang kedua di belakang kompi 631 itu sudah betul memasuki wilayah itu, dan kami bersama team juga sudah masuk ke wilayah itu namun untuk akses kedalam itu agak sulit juga karena disitu air yang sulit di jangkau karena sudah kering, saat ini pemadaman titik api hanya bisa di lakukan dari udara melalui unit Helikopter water bombing yang sampai saat ini sudah saya hitung 14 kali sudah bolak balik membawa air untuk memadamkan titik api yang sangat sulit di jangkau lewat darat, jadi dialah yang membantu kami yang perkiraan kami adalah 300/400 meter dari wilayah perumahan/pemukiman penduduk.
Kemudian Subahan Noor menambahkan, Kami sudah jauh-jauh hari memberi himbauan kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla baik itu di dalam group Rt dari teman-teman Polsek dan Polres menyampaikan himbauan-himbauan terkait tentang kebakaran hutan dan lahan itu sudah kami sampaikan.
Dan kelihatannya warga juga sangat memperhatikan akan hal ini, sampai saat ini warga Bukit Tunggal kelihatan ada kebakaran besar baru kali ini, dan itupun dideteksi sulit sekali jika dilakukan oleh warga atau orang lain mungkin saja ada seresah yang terbakar yang terbawa angin lalu membakar lahan yang di tengah-tengah itu, karena sekali lagi titik api itu jauh dari pemukiman warga bahkan hampir tidak bisa di capai kesana itu maka dari pada itu kita sulit mendeteksinya apakah asal api itu sengaja di bakar oleh warga atau tidaknya.
Kami bersama team penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan tetap solid dalam menjalankan tugas di kota Palangka raya terutama di wilayah kelurahan Bukit Tunggal tegasnya, dan bagi masyarakat/warga Bukit tunggal saya menghimbau agar jangan mudah panik ketika melihat ada titik api agar tidak menimbulkan berita Hoax, ada api kecil di besar-besarkan, namun tidak sesuai dilapangan, imbuhnya.
(Hy86.Red).







