Sumenep, //jurnalpolisi.co.id — Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep menggelar Rilis Berita Resmi Statistik pada Kamis, 1 Oktober 2026, memaparkan perkembangan harga dan laju inflasi di wilayah Kabupaten Sumenep selama bulan September 2026.
Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, menyampaikan data rinci sebagai berikut:
– Inflasi Bulan ke Bulan (September 2026 terhadap Agustus 2026): 0,28%
– Inflasi Tahun ke Tahun (September 2026 terhadap September 2025): 3,85%
– Inflasi Tahun Kalender (Awal tahun hingga September 2026): 2,23%
Dijelaskan pula, angka inflasi bulanan 0,28 persen ini tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 0,44 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 116,04 menjadi 116,36.
Tekanan inflasi utamanya didorong oleh kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil terbesar, diikuti kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Sementara itu, beberapa kelompok seperti Pakaian, Perumahan, serta Transportasi justru mengalami penurunan atau deflasi yang membantu menahan laju kenaikan harga secara keseluruhan.
Komoditas yang memicu kenaikan harga antara lain cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam, dan beras. Sebaliknya, penurunan harga terlihat pada beberapa komoditas seperti bawang merah dan bawang putih.
“Dibandingkan bulan sebelumnya, laju inflasi Sumenep September 2026 relatif terkendali. Namun kita tetap waspada terhadap fluktuasi harga bahan pangan yang kerap terjadi mengikuti musim dan pasokan,” ujar Handoyo Wijoyo.
Data ini menjadi bahan acuan pemerintah daerah dalam menyusun langkah pengendalian harga, menjaga kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok, serta memastikan ketersediaan pasokan di pasar-pasar seluruh wilayah Sumenep. BPS akan terus memantau perkembangan harga secara berkala dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat.(Nonong JP)






