Jurnal Polisi.co.id-
Sebanyak 87 Staf yang bekerja pada UPTD Puskesmas Loang, Kecamatan Nagawutung, Fransiska Listiyanti Toja, S.Si.
Terdapat 12 Staf yang melayangkan surat telaan kepada Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq.
Dokumen bernomor 101/ST/1/2025 tersebut akhirnya bocor ke publik memunculkan dugaan adanya permainan untuk menjatuhkan Kepala UPTD Puskesmas Loang, Fransiska.
Isi Telaahan Staf tersebut terdiri dari 14 poin penting yang mengurai masalah, asumsi, fakta, kesimpulan, dan penutup mengenai kinerja kerja Kepala UPTD Puskesmas Loang.
Dokumen ini ditandatangani oleh 12 staf dan ditembuskan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Inspektur Kabupaten Lembata, dan juga Kepala BKPSDMD
Inilah Isl 14 Point Telaan yang ditujukan kepada Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq.
Bahwa dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan yang optimal dan efektif dibutuhkan kerjasama dan komitmen bersama dalam rangka mencapai
hasil yang maksimal di UPTD Puskesmas Loang maka perlu adanya pimpinan yang arif dan bijaksana yang memiliki kompetensi manegerial dan kepribadian yang baik. Hal ini menjadi tuntutan yang mutlak bagi seorang
pimpinan. Kondisi ini sedang tidak dialami oleh kami dalam kepemimpinan
Kepala UPTD Puskesmas Loang , Fransiska Listiyanti Toja, S.Si.
Karena tidak adanya Perubahan gaya kepemimpinan setelah telaan pertama, Maka kami mengajukan telaan kedua dengan beberapa hal tambahan sebagai
berikut:
1.Pimpinan tidak memiliki etika dalam berbicara dan selalu berkata
kasar serta merasa diri paling benar dan tidak mau menerima
masukkan dari bawahan.
2.Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran yang tidak Transparans
Pimpinan, Bendahara, Ketua Tim PTP)
3.Adanya tekanan yang berlebihan dari Pimpinan ke staf
4.Selalu mengancam staf dengan memberikan Penilaian Kinerja yang
Buruk apabila tidak mengikuti apa yang diinginkan oleh pimpinan
5.Penetapan Koordinator Program tidak sesuai dengan aturan dan besik ilmu
6.Analisis Jabatan dan analisa beban kerja yang dilakukan pleh KTU dan pimpinan tidak sesuai dengan kebutuhan tenaga di UPTD Puskesmas Loang
7.Jam kerja di Puskesmas tidak sesuai aturan yang berlaku.
8.Pimpinan lebih sering melakukan perjalanan Dinas ke Desa-desa tanpa adanya pendelegasian wewenang untuk menjalankan tugas
sebagai penanggung jawa sementara di Puskesmas.
9.Pimpinan tidak menghargai Dokter dalam menjalankan tugas profesinya sehingga para Dokter tidak merasa nyaman dan
mengundurkan diri untuk tidak bekerja lagi.
10.Penilaian Ekin berdasarkan suka atau tidak suka terhadap staf
11.Adanya beberapa staf tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dinas
12.Pimpinan banyak menyita waktu di luar jam dinas
13.Pimpinan selalu memarahi staf didepan masyarakat pada saat posyandu
14.KTU melakukan kekerasan fisik terhadap staf Listri) pada saat
melaksanakan tugas di UPTD Puskesmas Loang.
Kepala UPTD Puskesmas Loang, Fransiska ketika dikonfirmasi wartawan media ini menyebutkan bahwa,,Kebocoran dokumen tersebut dirinya telah mengetahui keberadaan dokumen itu secara lisan dari warga dan pihak internal. Saat ini saya sedang menjalankan pemeriksaan atas 14 point Telaan tersebut tinggal saja menunggu keputusan hasil pemeriksaan.
“Saya hanya mau minta Pemerintah Kabupaten Lembata melihat saya secara pencapaian Kinerja sebelum menjatuhkan suatu Keputusan sehingga tidak terjadi ketersinggungan pangkat golongan serta Profesionalitas sebagai seorang aparatur sipil negara. Ucap Fransiska Penuh Harap
Sementara 79 staf dari beberapa yang di konfrimasi wartawan media ini ketika dikonfirmasi soal telaan ter8,, senada menjawab Kami tidak tahu,,kami fokus dengan tugas untuk menberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,, kami tahun setelah viral di media sosial. Ucap mereka singkat!
(Jurnalis : Dhika Ahmad M )
(






