Jurnalpolisi.co.id-Cigugurgirang – Desa Cigugurgirang merayakan Milangkala ke-175 dengan penuh kemeriahan dan kebersamaan. Media Jurnal Polisi Pers mendapat kehormatan dari Kepala Desa dan Sekretaris Desa Cigugurgirang untuk meliput langsung rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari 19-20-21. September 2025, di Lapangan Ateja kebon hui RW.04 désa Cigugurgirang Parongpong kabupaten bandung barat. Jawabarat.
Acara syukuran ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Priana, S.E., M.Ip. bersama Sekretaris Desa Ayi Taryana, S.E., dengan mengusung tema Paguyuban Galuh Pusaka Cigugurgirang.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Priana menegaskan bahwa Milangkala bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan agenda rutin pemerintah desa yang selalu mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Tradisi pesta rakyat ini pertama kali digelar pada 2016 dan hingga kini terus dilaksanakan setiap tahun.
“Tradisi kebudayaan asli Cigugurgirang jangan sampai hilang. Generasi muda harus terus melanjutkan agar tidak terkikis oleh masuknya budaya asing yang kini digemari generasi muda,” ujar Priana.
Sebagai kepala desa dua periode, Priana menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan budaya leluhur. Baginya, Milangkala adalah momentum syukur, persatuan, dan sarana memperkuat identitas budaya Cigugurgirang.
Rangkaian Acara
Berbagai kegiatan digelar selama perayaan Milangkala, di antaranya:
Tabligh Akbar
Sholawatan & Istighotsah
Pagelaran Wayang Golek
Jalan Santai & Tanjidor
Kesenian tradisional & kreasi antar RW
Bazar UMKM
Doorprize & perlombaan
Santunan anak yatim
Kampanye sosial
Workshop kerajinan
Pengumuman juara kompetisi
Suasana berlangsung kondusif, tertib, dan meriah berkat kerja sama seluruh masyarakat, perangkat desa, serta dukungan aparat kepolisian dan TNI yang turut menjaga keamanan.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Dari sisi pembiayaan, Kepala Desa menjelaskan bahwa dana acara bersumber dari APBDes sebesar 40%, donatur warga 40%, serta gotong royong masyarakat 20%. Selain menjadi ajang budaya, Milangkala juga berperan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi. Panitia menyediakan stand khusus bagi UMKM untuk menampilkan produk lokal dan kuliner khas Cigugurgirang.
Antusiasme terlihat tidak hanya dari warga setempat, tetapi juga pengunjung dari luar desa yang ikut memadati area perayaan. Seorang pengunjung mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Milangkala ini dan berharap tradisi serupa bisa ditiru desa-desa lain.
“Cigugurgirang telah menjadi teladan dalam menjaga dan merawat budaya leluhur dari generasi ke generasi,” ujarnya.
(Dian jp red)







