Bandung jurnalpolisi.co.id-
“Mendukung Pembangunan Kota Bandung Melalui Kelurahan Berdaya”
Cicendo, 29 Juli 2025
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan Kota Bandung, Kecamatan Cicendo terus mengakselerasi berbagai program unggulan berbasis pendekatan Kelurahan Berdaya. Fokus utama diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui transparansi, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan pelayanan publik.
1. Fasilitasi dan Koordinasi Pembangunan
Kecamatan Cicendo aktif memfasilitasi dan mengoordinasikan implementasi program pembangunan sesuai perencanaan Pemerintah Kota Bandung. Pendekatan Kelurahan Berdaya menjadi landasan utama, dengan pengalokasian anggaran berdasarkan jumlah penduduk dan kebutuhan riil masyarakat di tiap kelurahan.
Distribusi anggaran diarahkan sebagai berikut:
20% untuk penanganan stunting,
25% untuk pembangunan infrastruktur dasar.
Usulan program diperoleh melalui Musrenbang Kelurahan dan dimasukkan melalui aplikasi resmi. Dalam skema ini, kecamatan berperan sebagai pengawas, bukan pelaksana utama.
2. Dana Kelurahan dan Musyawarah Kelurahan
Kecamatan mendorong transparansi dalam pengelolaan Dana Kelurahan. Wacana alokasi anggaran Musyawarah Kelurahan (Muskel) sebesar Rp200 juta per kelurahan telah diselaraskan dengan Permendagri dan berada dalam pengawasan inspektorat.
Pelaksanaan Muskel melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk menjamin partisipasi aktif dan akuntabilitas publik. Kecamatan Cicendo, yang terdiri dari 6 kelurahan, telah menjalankan prinsip keterlibatan warga secara menyeluruh.
3. Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat
Berbagai kolaborasi dilakukan, termasuk dengan:
PKLKPP, dalam bidang kesejahteraan dan layanan kependudukan,
Diskominfo, untuk memperkuat diseminasi informasi melalui berbagai saluran media.
Camat Cicendo, Drs. Bira Gumbira, S.STP, M.Si, menegaskan pentingnya komunikasi dua arah sebagai dasar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
4. Penanganan Pengaduan dan Konflik Sosial
Kecamatan Cicendo menangani berbagai pengaduan warga yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Mekanisme mediasi dilakukan secara langsung bersama Kapolsek dan Danramil. Bila tidak tercapai solusi, warga difasilitasi untuk menempuh jalur hukum. Selain itu, dibentuk Satgas Anti-Premanisme sebagaimana arahan Gubernur Jawa Barat.
5. Kesiapsiagaan Bencana dan Lingkungan
Tim kecamatan disiagakan untuk menangani kejadian seperti:
Banjir
Longsor
Pohon tumbang
Seluruh personel telah dilatih dan siap bertindak cepat di lapangan demi keselamatan warga.
6. Transparansi dan Informasi Publik
Kecamatan Cicendo menjunjung tinggi keterbukaan informasi. Masyarakat dapat mengakses dokumen publik seperti:
RKPD
RKAS
RKP
Dokumen dapat diakses melalui website resmi pemerintah, kecuali informasi bersifat pribadi yang dikecualikan berdasarkan ketentuan perundangan. Fungsi PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) di kecamatan telah berjalan efektif.
7. Monitoring dan Evaluasi Program
Evaluasi dilakukan melalui:
Monitoring lapangan secara berkala
Rapat Koordinasi (Rakor) rutin
Analisis realisasi anggaran dan capaian kinerja
Audit atas pelaksanaan program diawasi oleh Inspektorat Kota Bandung. Berkat konsistensi ini, Kecamatan Cicendo berhasil meraih rapor kinerja terbaik di antara seluruh kecamatan di Kota Bandung.
—
Kesimpulan
Kecamatan Cicendo di bawah kepemimpinan Drs. Bira Gumbira, S.STP, M.Si berkomitmen menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan partisipatif. Bersama jajaran pemerintahan seperti Ganjar Arimukti, S.Sos, M.Ap, Pak Sofian, dan Pak M. Zakaria, seluruh program pembangunan dijalankan dengan semangat kolaborasi untuk menjawab kebutuhan warga secara nyata.
Melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Kecamatan Cicendo siap menjadi model pembangunan berbasis kelurahan yang berdaya dan berdampak nyata bagi Kota Bandung.
(Dian jp red)







