Lembata Jurnal Polisi.co.id-
Wakapolres Lembata, Kompol Muhamad Fakhrudin melaksanakan kegiatan Jumat Curhat di Masjid Al Muhajirin Babokerong, pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Ketua Badan Pengurus Masjid Al Muhajirin Babokerong, Ustadz Yusuf Kapitan yang dilaksanakan usai salat Jumat dan dihadiri kurang lebih 100 jamaah. Jumat (17/4/26) pukul 13.15 Wita.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara kepolisian dan masyarakat untuk menyerap saran, masukan, serta kritik terkait kinerja pelayanan kepolisian, khususnya jajaran Polsek Nagawutung.
Dalam kesempatan itu,
Dalam Arahannya, akapolres Kompol fakhrudin menegaskan bahwa program Jumat Curhat merupakan bentuk keterbukaan Polri dalam menerima aspirasi masyarakat. Seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan pelayanan kepolisian serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut. Ucapnya.
Dalam sesi dialog, tokoh agama Syafrudin Umar menyampaikan keluhan terkait distribusi BBM solar untuk nelayan yang dinilai perlu pengawasan agar tepat sasaran, serta persoalan harga ikan yang dianggap tidak stabil dan diduga dipengaruhi pihak tertentu.
Sementara itu, tokoh pemuda Alsi Said menyoroti penjualan bahan bakar bersubsidi yang dinilai tidak sesuai takaran liter sehingga perlu pengawasan lebih ketat.
Di sisi lain, salah satu warga Kamsina Nene menjelaskan bahwa dalam proses pembelian BBM solar, masyarakat tidak dapat langsung melakukan pembelian dengan menitipkan surat kepada pihak lain. Pihak yang bersangkutan wajib terlebih dahulu mengurus surat kuasa dari instansi terkait sebagai syarat administrasi sebelum pembelian dilakukan. Setelah surat kuasa diperoleh, barulah proses pembelian dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Mekanisme ini diterapkan sebagai upaya penertiban layanan agar distribusi BBM solar bagi masyarakat, khususnya nelayan, dapat berjalan lebih tertib, terdata, dan tepat sasaran.
Keluhan juga datang dari Kepala Desa Babokerong Mohamad Ismail yang menyoroti aktivitas pemboman ikan serta dugaan perusakan rumpon yang dinilai meresahkan dan merugikan nelayan setempat.
Selain itu, tokoh masyarakat Safrudin Laba juga menyoroti meningkatnya kecelakaan lalu lintas akibat hewan ternak yang dilepas bebas di jalan raya, yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut,
Wakapolres Lembata, Kompol Fakhrudin menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Ia juga meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu kepolisian, khususnya dalam mengungkap aktivitas ilegal seperti pemboman ikan dan perusakan rumpon.
Ia mengimbau masyarakat agar melaporkan setiap kejadian di lapangan dengan disertai bukti berupa foto atau video.
Menurutnya, laporan yang disertai bukti akan menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti secara hukum.
“Silakan masyarakat menginformasikan setiap kejadian di lapangan disertai bukti. Hal ini akan mempercepat proses penanganan,” tegas Kompol Fakhrudin
Ia juga memastikan bahwa Polri bersama jajaran Polsek Nagawutung akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait dalam menindaklanjuti seluruh persoalan yang disampaikan masyarakat, termasuk pengawasan distribusi BBM, aktivitas ilegal di laut, serta keselamatan lalu lintas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek Nagawutung Martinus Growing bersama jajaran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Jurnalis: Dhika Ahmad M







