Jurnalpolisi.co.id-
**BANDUNG –** Kecamatan Kiaracondong terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Kiaracondong Culinary Festival (KCF) 2025, sebuah agenda kuliner sekaligus perayaan budaya yang akan menjadi bagian penting dari rangkaian Puncak Peringatan HUT RI ke-80.
Kegiatan ini digadang-gadang bukan sekadar pesta kuliner, melainkan wadah pemberdayaan UMKM, ruang kreasi seni, serta momentum kebersamaan warga Kiaracondong.
Rapat Teknis: Soliditas Panitia dan Stakeholder
Rangkaian acara dimulai dengan Rapat Teknis Pelaksanaan KCF pada Rabu, 24 September 2025 di Aula Kecamatan Kiaracondong. Rapat ini dipimpin oleh Ibu Sarah dan Ibu Yuni dengan menghadirkan panitia, tenant UMKM, media, dan stakeholder terkait.
Rapat teknis menjadi ajang konsolidasi untuk memastikan seluruh agenda berjalan lancar, mulai dari teknis pelaksanaan, rundown acara, hingga koordinasi dengan instansi pendukung.
*Upacara Peringatan Hari jadi Kota Bandung (HJKB )*
Keesokan harinya, Kamis, 25 September 2025 pukul 07.30 WIB, Kecamatan Kiaracondong menggelar Upacara Peringatan HJKB ke-215 tingkat kecamatan. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, pelajar, hingga Linmas sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan bangsa sekaligus mempererat rasa nasionalisme warga.
*Panggung Hiburan dan Bazar UMKM*
Puncak Kiaracondong Culinary Festival akan digelar pada Sabtu, 27 September 2025 di Lapangan Kecamatan Kiaracondong. Acara dibuka dengan senam pagi bersama, dilanjutkan dengan berbagai hiburan dan kesenian.
Panggung hiburan dimeriahkan oleh:
* Angklung LLI
* Seni Bela Diri Pagar Nusa
* Parno Band
* SOS Band
* Jaipong Alika Nalya Sukapura
* UMKM Kiaracondong Showcase
Di sisi lain, Bazar Kuliner UMKM menghadirkan lebih dari 20 tenant kuliner lokal. Nama-nama yang sudah tidak asing bagi pecinta kuliner Bandung akan ikut meramaikan, di antaranya King Potato, Baso Aci Neng Geulis, Edoy Bento, Yoghurt Winy, Puff Pizza, Cireng Kuah, Baso Panglima, Novio Matcha, Kopi Panangkringan, Minuman Jadjoel, Well Tropica, UP2K PKK, Dimsum Imnions, Bakso Goreng MDTI, Talam Labu & Ruko Pandan Ceu, hingga CuanKie Mampir Sini.
Festival ini bukan hanya ajang belanja kuliner, tetapi juga mendorong daya saing UMKM agar lebih dikenal masyarakat luas.
*Dukungan Instansi Pemerintah dan Swasta*
Kesuksesan Kiaracondong Culinary Festival tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Tahun ini, kegiatan mendapat support dari:
* Disdukcapil Kota Bandung
* Disdagin Kota Bandung
* DiskopUKM Kota Bandung
* Bapenda Kota Bandung
* DP3A Kota Bandung
* DPMPTSP Kota Bandung
* Bank bjb
Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM kuliner mendapat perhatian serius, baik dari pemerintah maupun pihak swasta.
*UMKM Kuliner Bangkit Lewat KCF 2025*
Camat Kiaracondong, Mochamad Arief Budiman, S.STP , menegaskan bahwa KCF 2025 bukan hanya festival hiburan, tetapi bagian dari strategi pemberdayaan UMKM.
> *“Melalui Kiaracondong Culinary Festival, kami ingin menghadirkan semangat persatuan dan memperlihatkan potensi luar biasa kuliner serta budaya warga Kiaracondong,”* ujarnya.
Dengan konsep yang memadukan kuliner, seni, dan budaya, festival ini diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM, membuka peluang kolaborasi bisnis, serta memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif yang kaya kuliner.
*Puncak Perayaan di Bulan Oktober*
Sebagai penutup rangkaian, Puncak Perayaan Kiaracondong Culinary Festival (KCF) akan digelar pada Oktober 2025. Agenda ini akan dikemas lebih meriah dengan menghadirkan panggung hiburan, atraksi budaya, serta kuliner khas Bandung yang lebih variatif.
*Harapan dan Keberlanjutan*
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan stakeholder, Kiaracondong Culinary Festival (KCF) 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan. Lebih dari sekadar perayaan, festival ini adalah bukti nyata semangat gotong royong untuk membangkitkan UMKM kuliner dan memperkuat identitas Kiaracondong sebagai pusat kuliner yang berdaya saing.
(Iis jp red)







