
Kabupaten Berau, Jurnal Polisi. Co.id – Sosok Sugiman, AMa, yang lahir di berau, 07 Nopember 1978, terpanggil maju sebagai caleg dari Partai Golkar untuk dapil 2 nomor urut 2.
Sosok yang satu ini memang tidak bisa diragukan lagi, punya kemampuan memerankan diri sebagai tokoh yang paling bertanggung jawab.
Seperti halnya yang sudah dilakukan pada hari-hari yang lalu, membantu masyarakat yang ada diwilayahnya.
Hal ini telah lama dilakukan, warga sekitarnya sangat mengapresiasi langkah brilian yang dilakukan Sugiman, komunikasi dengan warga sangat bagus, dan ide-idenya selalu pro warga.
Sugiman, AMa: kualitas diri memiliki peran penting dalam mencapai kesuksesan, dikatakannya, Semakin tinggi kualitas semakin besar pula peluang kemenangan yang akan didapatkan.
Menurutnya, Menjaga kualitas diri sangat penting namun sulit dilakukan, ketika tidak mampu mempertahankan kualitas diri,maka kitapun akan merasakan hidup tanpa makna, dan tidak dapat berkembang.

Memberikan bantuan sembako pada masyarakat, sudah dilakukan dalam hal meringankan beban daripada warga yang ada.
Sugiman mengatakan, seorang Politisi mutlak menjalankan nilai-nilai integritas, karena dialah yang akan dipandang orang lain terlebih dahulu, dijadikan contoh dan teladan terutama bagi bawahannya.
Integritas ini juga penting bagi Image seorang politisi itu sendiri, karena disaat para politisi menerapkan nilai-nilai integritas, politisi tersebut akan diterima sekaligus akan dipercaya oleh masyarakat sebagai sosok panutan. Ia akan bisa mempengaruhi orang lain karena ketegasan dan keselarasannya atas pikiran dan perkataan.
Hal yang berbeda terjadi jika didalam sebuah organisasi atau perusahaan para pemimpinnya tidak dipercaya bahkanbtidak mendapat respek dari bawahanya. Mereka akan berjalan sendiri-sendiri tanpa mengikuti arahn dari pimpinannya.
Organisasi atau perusahaan akan kacau dan tidak bisa mencapai tujuan dengan baik, itulah yang akan terjadi jika politisi tidak menanamkan nilai-nilai integritas.
Sugiman mengatakan, apa yang ada dibenak masyarakat jika perilaku politisi tidak selaras dengan apa yang diucapkannya.
Pastilah masyarakat akan mempertanyakan apakah sosok yang selama ini mereka jadikan panutan sudah pantas disebut sebagai wakil rakyat.
Hal ini tentunya akan menjadi bumerang bagi politisi itu sendiri. Ia akan kehilangan rasa hormat dan kepercayaan dari bawahannya dan bahkan mungkin mereka tidak lagi manaruh respek kepadanya.
Sugiman, memiliki ciri khasnya sendiri, gaya yang sangat khas dengan gaya apa adanya membuat siapa saja langsung mengenalinya.
Sugiman, bukan politisi yang mengutamakan panggung dan hura-hura publikasi berlebihan. Ia sangat paham, pemimpin sejati adalah yang berakar kuat pada jatidiri kepemimpinan bukan mengada-ngada atau seolah-olah hebat.
“Sugiman, bukan politisi yang mencari popularitas, karena dia paham, sesungguhnya, popularitas itu bisa dipoles dan sifatnya sangat manipulatif.” ungkapnya.
Penilaian bahwa, seseorang memiliki ketulusan bukan berasal dari ucapannya, janji-janjinya, atau kesanggupan, melainkan akan dilihat dan disimpulkan dari perbuatannya, disebut sebagai orang tulus, selain tampak dari kemauannya berjuang juga dari kesediaannya berkorban. Inilah ciri khas yang tercermin dalam diri SUGIMAN, AMa.
Dikatakannya juga, agar lebih luas lagi mamfaatnya pada masyarakat, kedepannya, akan membuat aktivitas kegiatan-kegiatan aspirasi yang tepat guna, baik dari segi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan haknya, sebagaimana yang sudah diamanatkan oleh undang-undang.
“Sugiman, mengajak masyarakat agar benar-benar menggunakan hak pilihnya secara tepat, untuk memilih para wakilnya menuju DPRD kab.berau yang benar-benar paham dan mengerti dengan keadaan dan keinginan dari masyarakat.” tandasnya.
Marihot,







