
Ciamis, Jurnalpolisi.co.id – Tahapan Pemilihan Umum 2024 sudah mulai dilaksanakan, salah satunya pendaftaran pengajuan bakal calon anggota legislatif (DPRD). Banyak kalangan dan profesi yang mau mengubah nasib menjadi anggota dewan dengan modal nekat. Tak terkecuali seorang Tukang Bubur di Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Dia adalah Endang Cahyadi (45), seorang Tukang Bubur di wilayah Kabupaten Ciamis. Warga Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis ini, mendaftar caleg dari Partai NASDEM daerah pemilihan 5 yakni Lakbok, Purwadadi Banjarsari, dan Banjaranyar.
Ditemui di Kediaman rumahnya, jum’at (20/01/2024), Endang Cahyadi mengaku modal nekat maju sebagai bacaleg. Tujuannya untuk memperjuangkan nasib kalangan bawah,terutama masyarakat kurang mampu dari sumber daya manusianya dan sumber dana,mulai dari petani, pedagang, ojek, becak, buruh, dan kalangan bawah lainnya.
“Ya modal nekat saja, termotivasi untuk memperjuangkan kaum bawah yang cukup menderita selama ini sebagaimana seperti yang pernah kami rasakan,” ungkapnya.
Endang pun mengaku telah menyiapkan strategi dan daya untuk mengkampanyekan dirinya untuk meraih simpati masyarakat.
Meski terbatas sumber dana untuk mengkampanyekan dirinya yang jumlahnya tidak seberapa,hanya cukup untuk membuat stiker dan alat peraga kampanye seadanya. Juga untuk sekedar kopi dan rokok sebagai bekal untuk silaturahmi.
“Dengan segala keterbatasan,untuk kegiatan kampanye saya mungkin berbeda dengan caleg yang lain, tidak akan mengumpulkan orang banyak atau kampanye terbuka,Intinya cukup silaturahmi dengan masyarakat , pedagang petani ke relasi-relasi seperjuangan lainnya secara sederhana,” ucapnya.
Endang mengaku keinginannnya nyaleg datang dari kehendak masyarakat termasuk keluarga dan teman seperjuangan mereka mendukungnya.
Endang menjadi tukang bubur kurang lebih sudah 3 tahun, dan banyak faham situasi dan kondisi di tingkat bawah, yang memanggil nuraninya untuk berkiprah di politik.
“Saya pengin andil mengambil peran untuk berjuang memajukan Ciamis,mewujudkan Ciamis yang bersih Dan berkeadilan,bebas dari KKN, yang selama ini menyelimuti Ciamis.”
“Ketika nanti saya diberi amanah oleh masyarakat/terpilih,sangat bersyukur dan Alhamdulillah mestinya, tentunya saya tidak akan mengkhianati kepercayaan pemilih, sekuat tenaga akan berusaha untuk memberikan manfaat untuk masyarakat, terutama kaum termarjinalkan (bawah), saya akan berupaya dgn sumber daya yang ada,agar bisa bermanfaat bagi masyarakat,bukan memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pribadi.” Pungkasnya. (Bayu Pratama)







