Jurnalpolisi.co.id.
Majalengka – Salah seorang caleg DPRD Kabupaten Majalengka dari Partai Amanat Nasional Deny Lukmanul Hakim, bersama rekannya (saksi) mendadak memasuki ke aula dimana sedang berlangsung Rapat Pleno terbuka, Hotel Putra Jaya, Ahad malam (03/03/2024).
Di dalam Aula, Deny bersama rekannya sempat menyerang komisioner Bawaslu dan Ketua Bawaslu Majalengka dengan kata-kata kasar. Sementara diluar gedung tampak beberapa relawan Deni datang untuk mengawal.
Bukan tanpa alasan, Deny merasa dirugikan oleh Bawaslu Kabupaten Majalengka karena telah menerima laporan pengaduan rekan caleg separtainya di dapil IV yaitu Aop Ropiki Iskandar, yang melaporkan adanya dugaan pergeseran suara miliknya ke kantung suara Deny.
Sementara pihak Deny merasa tidak diberi ruang oleh Bawaslu Majalengka terkait masalah tersebut, hingga kemudian Bawaslu mengeluarkan Surat Keputusan yang menurut Deny dianggap memihak kepada Aop.
“Di depan hukum hak Kami sama, tolong jangan Aop saja yang diladenin sama Bawaslu (Majalengka). Enak saja kami juga bikin pengaduan kok konteksnya di luar daripada pemilu,” ungkap rekan Deny.
Dalam kejadian tersebut, beberapa saksi sempat melakukan walk out. Karena menemui kebuntuan, Rapat Pleno diputuskan dipending dan akan dilanjutkan hari ini Senin (04/03/2024) pukul 09.00.
Sebelumnya, Ketua Bawaslu Dede Rosada, memberikan keterangan terkait dugaan administrasi yang Ia terima dari pelapor pada tanggal 28 Februari 2024.
“Pertama kami mendapatkan laporan dugaan pelanggaran dari pelapor pada tanggal 28 Februari kemarin, sehingga kami menindak lanjuti, sesuai dengan tugas dan wewenang kami,” ucap Dede saat break Shalat Maghrib pada Raoat Pleno Rekapitulasi Suara, Ahad (03/03/2024)
Adapun dugaan pelanggaran berupa pelanggaran admisnitratif tersebut dikatakan Dede, yaitu berupa suara yang bergeser sekitar 2.000 suara kepada calon lain, yang terjadi di Kecamatan Sukahaji.
Sementara ketua DPD PAN Majalengka Rona Firmansyah, mengatakan bahwa ia mengetahui polemik tersebut pada hari Ahad (03/03/2024).
“Tolong untuk kedepannya ya kami siap untuk bermusyawarah, kami akan kumpulkan, bersinergis, jadi tidak ada keberpihakkan, jadi saya datang kesini karena kami takut di adu domba, takut disangka mendukung salah satu (caleg),” jelas Rona usai Rapat Pleno, Ahad (03/03/2024)
Keadaan aman terkendali berkat kesigapan anggota kepolisian Polres Majalengka, dibantu TNI dan Satpol PP Kabupaten Majalengka.
A. Hudri







