Rohil, Jurnal Polisi | Sorotan Wartawan seperti yang terlihat di Poto, Kabupaten Rokan Hilir, terkait kondisi bangunan semenisasi proyek tidak sesuai spesifikasi dan berserakan, sangat membahayakan warga yang melintas, masyarakat berharap adanya PJ Kades yang baru kepada pejabat menjabat. Bupati (Pj) yang ini kemungkinan atau Bupati yang baru dilantik, H. Bustamam yang mulai menjabat sebagai Bupati Rokan Hilir sejak 20 Februari 2025, menggantikan pasangan jabatannya berakhir
Seminisa jalan rusak dan berlubang semasa PJ yang lama, sengkrak ngankrak bobrok di Desa Sei Meranti Darussalam diduga banyak masalah, apalagi Sebanyak 123 mantan Pj Penghulu di Rohil juga diaudit terkait dugaan penyelewengan dana Desa, menunjukkan masalah proyek di tingkat lokal pada masa jabatan lama tidak ada yang beres bersekongkol dengan pekerjanya, semoga PJ yang baru dapat memperbaiki tata kelola proyek dan tidak asal memberikan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab sesuai dengan spesifikasi, tidak seperti asal dan abal, pekerja dan pengawasan dapat terpantau
Bupati Bustamam sendiri telah melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Rohil dan menekankan bahwa jabatan adalah amanah, menunjukkan komitmen untuk memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan adanya pergantian kepemimpinan dan sorotan publik, diharapkan proyek di Rokan Hilir dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kerugian atau bahaya bagi masyarakat. Untuk informasi kegiatan lebih lanjut
Masyarakat berharap proyek jalan semenisasi yang dipimpin oleh Pejabat (PJ) Ahendra,S,Sos,M,IP. yang sedang menjabat tidak mengalami kegagalan atau “bobrok” seperti PJ yang sebelumnya, menunjukkan adanya kekhawatiran dan harapan jalan akan lebih kualitas, infrastruktur yang lebih baik. Masyarakat menginginkan pembangunan yang transparan dan hasil proyek yang tahan lama serta bermanfaat.
Kepala desa untuk bekerja sama melalui media Wartawan lokal atau (LSM) yang mengawasi di bidang pengawasan pembangunan dan anti-korupsi juga dapat membantu meningkatkan perhatian publik dari pihak berwenang sebagai bukti pendukung yang kuat, seperti foto kondisi jalan, dokumen anggaran (jika ada), dan spesifikasi teknis yang seharusnya diterapkan, untuk memperkuat laporan.
Kegiatan semenisasi jalan ini harus dilakukan dengan pengawasan kontrol sosial sehingga tidak adanya penyimpangan dalam penggunaan Dana Desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, Masyarakat berharap kepada Wartawan dan aparat penegak hukum segera turun untuk melakukan serta memeriksa pelaksanaan proyek tersebut, agar tidak terjadi kerugian keuangan negara. “Kami hanya ingin transparansi dan hasil pembangunan yang baik. Kalau memang ada penyimpangan harus diliputi dan ditindak oleh APH sesuai aturan,” tutup warga.
Rokan Hilir Kecamatan Tanjung Medan Desa Sei Meranti Darussalam. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kenerja Pemerintah (DPW LP2KP) Provinsi Riau mengatakan, dugaan pinyimpangan kegiatan dapat terjadi karena beberapa seperti kurangnya pengawasan, penyalahgunaan anggaran, atau kesalahan dalam perencanaan awal.
Kasus seperti contohnya pembangunan jalan Rohil di Desa Sei Meranti Darussalam di mana ketebalan jalan tidak sesuai dengan yang tertera di papan informasi publik, atau pembangunan jalan cor beton dengan tidak seimbang yang dengan campuran semen sehingga pembangunan tidak sesuai RAB, dengan pengawasan abal abal dari pihak terkait, seperti (BPD) masyarakat, atau pihak berwenang, pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam RAB.
Indikasi penyalahgunaan anggaran, pengurangan volume atau kualitas bahan, dapat menyebabkan pekerjaan tidak sesuai dengan RAB sehingga belum ada 5 bulan jalannya retak, hancur kawatnya semerawut, tidak disusun dengan baik, atau adanya perubahan spesifikasi tanpa adanya revisi pada RAB, bisa menjadi penyebab Penggunaan bahan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertulis adanya pembiaran terhadap Kadesnya, menyebabkan kualitas jalan tidak sesuai dengan harapan, tutup Jurnalis investigasi Nasional. (Tim)












