SUMEDANG, jurnalpolisi.co.id – Saluran air Sanggiang Sri yang berlokasi di Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, kembali mengalami longsor. Kejadian ini mengakibatkan terputusnya aliran air yang menjadi tumpuan utama bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
Longsornya saluran irigasi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan petani setempat. Pasalnya, saluran Sanggiang Sri merupakan urat nadi irigasi yang mengairi kurang lebih 80 hektar areal pesawahan di wilayah Nangorak. Jika tidak segera ditangani, para petani terancam mengalami gagal tanam atau gagal panen akibat ketiadaan pasokan air.
Hingga saat ini, warga hanya mengandalkan upaya swadaya melalui kerja bakti setiap hari Sabtu dan Minggu untuk melakukan penanganan darurat. Namun, material longsoran yang cukup masif membuat upaya manual tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
Seorang Ketua RW setempat yang memantau langsung proses kerja bakti mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan memerlukan alat berat dan penanganan teknis yang lebih permanen.
”Warga sudah rutin kerja bakti tiap akhir pekan, tapi material longsoran belum sepenuhnya teratasi. Kami hanya sanggup menangani secara darurat saja,” ungkapnya di lokasi, Minggu (5/4).
Pihaknya bersama warga sangat berharap adanya langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Sumedang. Mereka meminta agar Pak Bupati Sumedang melalui instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atau BPBD, segera turun ke lokasi.
”Kami memohon kepada Bapak Bupati agar meninjau langsung ke lokasi. Kehadiran pemerintah sangat kami harapkan untuk mengadakan penanganan segera supaya saluran irigasi ini kembali normal dan nasib 80 hektar sawah kami bisa terselamatkan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya membersihkan sisa-sisa material longsor seadanya sambil menanti respon dari dinas terkait demi kelangsungan mata pencaharian mereka sebagai petani.
(EUIS)







