Garut,Jurnalpolisi.co.id – Warga masyarakat Kecamatan Karangtengah Kabupaten Garut Jawa Barat senang dengan adanya bantuan DBHCHT khususnya bagi para petani tembakau.
Semua itu disampaikan Ketua Kelompok Asosiasi Petani Tembakau Indonesia ( APTI ) Karangtengah Mumuh Muhidin bersama sekertaris APTI Yudi Jakaria di lokasi BPP Pertanian Karangtengah, Sabtu 04/01/25.
Di Kecamatan Karangtengah sendiri ada sekitar ribuan petani tembakau yang aktif di bidang itu,” ungkap Mumuh.
Lanjut dia, Saya selaku ketua APTI bersama anggota lembaga APTI sudah mendata satu per satu ke semua anggotanya. tentunya pendataan harus sesuai dengan prosedur yang berlaku yaitu petani tembakau asli.
Sebanyak kurang lebih Sekitar 700 anggota tani ikut pendataan , di tahun ini yang dapat bantuan hanya sebanyak 422 KPM petani tembakau saja.sisanya belum terpanggil,” ucapnya.
Kemudian Mumuh paparkan ,”Para KPM yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan .mereka semua di instruksikan tuk pengambilan bantuan tersebut di kantor Pos , ya. Tentunya mengambilnya masing-masing tidak ada sifatnya kolektif dari satu KPM masing-masing menerima uang tunai Rp 1.200.000,” terangnya.
Yang perlu di ketahui ,Kami Lembaga APTI Kecamatan Karangtengah dan juga para anggota petani tembakau sendiri sudah melaksanakan Musyawarah dari awal. Bahwasanya Anggota tani tembakau ada iuran wajib yang terjangkau.” Jadi iuran itu semua kurang dari ratus ribu. Hanya puluhan ribu aja,dan tentunya iuran itu kembali di manfaatkan oleh para petani tembakau lagi.
Maka itu semua demi perkembangan semuanya serta kemajuan bersama,”tegasnya.
Maka dengan iuran wajib itu bukan semata mata tuk kepentingan lembaga APTI sendiri, tetapi demi kemajuan petani tembakau yang ada di wilayah kecamatan Karangtengah,” sambung ketua APTI.
Masih di lokasi bersamaan Sekertaris APTI Yadi Jakaria berharap, Para petani tembakau yang ada di Kecamatan Karangtengah selalu kompak dan terus semangat dalam memberdayakan keaslian tani nya, dari 700 KPM yang sudah di daftarkan blt tembakau ada 422 yang direkomendasikan oleh dinas langsung, tetapi di kecamatan Karangtengah sendiri para petani yang belum mendapatkan bantuan itu semuanya selalu semangat tidak menjadikan kendor dalam bertaninya,” tutup Yadi.
( Ajo )







