PUSPITA WATI FARM GELAR SANTUNAN 20 ANAK YATIM DI 805 KOFFIE BALEENDAH.

KAB. BANDUNG. Suasana penuh haru dan keberkahan menyelimuti Puspita Wati Farm, Lembaga pertanian yang dikelola oleh Ibu Hj. Puspita, menggelar kegiatan sosial Santunan Anak Yatim dan Pengajian Bersama. pada Sabtu 17 Oktober 2026.

Bertempat di 805 Koffie, Jl. Adipati Bale Endah, Kabupaten Bandung. kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ibu Hj. Puspita beserta seluruh jajaran pengurus Puspita Wati Farm, warga sekitar dan 20 orang anak yatim penerima santunan.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari Ibu Hj. Puspita. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Puspita Wati Farm bukan hanya berorientasi pada hasil pertanian, namun juga pada keberkahan sosial.

“Alhamdulillah, di hari yang baik ini kami dari keluarga besar Puspita Wati Farm bisa berbagi sedikit rezeki. Kami ingin hasil dari usaha pertanian ini ada hak anak-anak yatim di dalamnya. Semoga mereka menjadi anak-anak sholeh dan sholehah,” ungkap Ibu Hj. Puspita.

Tausiyah dan pengajian inti diisi oleh Ustadz Muhammad Hartodi,S.Pd.I.Dalam ceramahnya, Ustadz Hartodi menyampaikan keutamaan memuliakan dan menyantuni anak yatim dalam Islam sebagai salah satu pintu pembuka rezeki dan keberkahan usaha.

“Memuliakan anak yatim adalah amalan yang sangat dicintai Rasulullah. Usaha apapun, termasuk pertanian, jika di dalamnya ada sedekah untuk anak yatim, insya Allah akan Allah lipatgandakan keberkahannya,” ujar Ustadz Muhammad Hartodi, S.Pd.I di hadapan jamaah.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan berupa uang tunai kepada 20 anak yatim secara langsung oleh Ibu Hj. Puspita didampingi pengurus. Raut bahagia terpancar dari wajah anak-anak penerima.

Kegiatan ini merupakan komitmen rutin Puspita Wati Farm untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pertanian yang produktif, tetapi juga sebagai lembaga yang peduli pada sesama.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran usaha dan keberkahan bagi seluruh pengurus, jamaah, dan anak-anak yatim yang hadir.

Editor. Parid (JP)