
Saumlaki, Jurnalpolisi.co.id – Polri menegaskan bahwa rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dilakukan secara transparan dan akuntabel. Masyarakat diminta untuk tidak percaya pada calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang karena seleksi hanya mengandalkan kemampuan peserta.
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo, menyampaikan bahwa proses seleksi Akpol dilakukan tanpa jalur khusus, sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panitia rekrutmen memastikan bahwa semua tahapan seleksi dapat diakses secara terbuka oleh peserta dan masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 28 Februari 2025, bertepatan dengan tingginya jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 8.000 orang untuk Akpol dan lebih dari 116.000 orang untuk seluruh rekrutmen Polri tahun ini.
Rekrutmen Akpol berlangsung di berbagai daerah dengan dua tahap seleksi utama, yaitu seleksi tingkat panitia daerah dan seleksi tingkat panitia pusat.
Polri ingin memastikan rekrutmen berlangsung adil, bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). Transparansi dalam proses seleksi bertujuan untuk mencegah praktik percaloan dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta.
Rekrutmen dilakukan melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, hingga tes jasmani dan mental ideologi. Hasil setiap tes ditampilkan secara real-time di layar, sehingga peserta dapat melihat langsung nilai mereka. Jika ada ketidaksesuaian, peserta diperbolehkan mengajukan koreksi kepada panitia.
Dedi menegaskan bahwa praktik percaloan tidak akan berhasil dalam sistem seleksi ini. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan membayar sejumlah uang, karena sudah banyak kasus penipuan serupa yang merugikan korban.
Tahapan Seleksi Akpol
Terdapat dua tahap seleksi utama:
1. Seleksi di tingkat panitia daerah:
- Pemeriksaan administrasi awal
- Pemeriksaan kesehatan tahap I
- Tes psikologi tahap I (Computer Assisted Test/CAT)
- Tes akademik tahap I (CAT) meliputi pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, penalaran numerik, dan Bahasa Indonesia
- Tes EKG
- Tes kesamaptaan jasmani dan anthropometri
- Pemeriksaan kesehatan tahap II
- Tes psikologi tahap II (wawancara)
- Pemeriksaan administrasi akhir
- Sidang penetapan kelulusan tingkat daerah
2. Seleksi di tingkat panitia pusat:
- Pemeriksaan administrasi
- Pemeriksaan kesehatan tahap I dan II
- Pemeriksaan mental dan ideologi (CAT)
- Tes akademik meliputi TPA dan Bahasa Inggris (CAT)
- Tes psikologi wawancara
- Tes kesamaptaan jasmani dan anthropometri
- Pemeriksaan penampilan
- Sidang penetapan kelulusan tingkat pusat
Polri berharap masyarakat memahami bahwa keberhasilan dalam seleksi ini bergantung pada kemampuan dan persiapan diri masing-masing peserta, bukan pada jalur belakang atau percaloan yang tidak bertanggung jawab. (Nik Besitimur)













