
Saumlaki, Jurnalpolisi.co.id – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirtipid PPA PPO) Bareskrim Polri menggelar kegiatan “Rise and Speak” di Pondok Pesantren Islam El Nur El Kassyaf, Bekasi. Acara ngabuburit ini bertujuan memberikan edukasi kepada 1.300 santri dan santriwati tentang perlindungan perempuan dan anak serta pencegahan kekerasan dan perdagangan orang.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan pondok pesantren, KH. Ahmad Kholid Dawam, serta perwakilan kepolisian, termasuk Dirtipid PPA PPO Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Dr. Nurul Azizah dan Kapolsek Tambun Utara Kompol Huriyanti.
Brigjen. Pol. Nurul Azizah menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen melindungi kelompok rentan dan mengingatkan santri agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri yang tidak resmi.
“Pastikan setiap tawaran pekerjaan melalui jalur resmi agar tidak menjadi korban perdagangan orang,” tegasnya.
Pimpinan pesantren, KH. Ahmad Kholid Dawam, menyambut baik program ini dan menekankan pentingnya santri untuk berani berbicara jika mengalami kekerasan.
Selain itu, Kasubdit II Dirtipid PPA PPO KBP Ganis Setyaningrum mengingatkan bahwa pendidikan moral dan mental sangat penting bagi generasi muda, sementara AKBP Ema menjelaskan tiga jenis kekerasan terhadap anak: fisik, psikis, dan seksual.
Dengan adanya kegiatan ini, Polri berharap santri lebih sadar akan hak-hak mereka dan dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari kekerasan dan eksploitasi. (*)







