Media Jurnal Polisi.
Dilorong lorong kebenaran yang suram dan Kelam, Aku berjalan berteman dengan Sebuah Handphone sebagai senjataku. Aku mencari, menggali berjuang dengan kata, dengan cerita sambil jemari tanganku berdansa mengetik naskah terasa bagai luka, tapi luka yang perlu untuk menyadarkan mata tentang alam Dunia yang tersembunyi dibalik Fasad yang rupa.
Siang dan malam aku berkelana mencari saksi bukti dalam keheningan riuh rendah di berbagai kota wilayah Nusa Tenggara Timur mengungkap skandal konspirasi kejahatan terencana dengan harapanku bahwa suatu hari nanti kebenaran dan keadilan akan berbicara.
Dibalik lokasi seperti Cafe dan Karoke di wilayah Peliputanku dibawah remang lampu aku bertemu dengan Sumber berbisik dalam kode dan isyarat sambil merekam setiap kata secara detail tak satupun terlewat.
Karena sesungguhnya dalam dunia Dunia pemberitaan, Kebenaran adalah seni yang akurat. Dengan berani aku menantang Otoritas dan penguasa dengan mengekspos Korupsi, kecurangan, ketidakadilan yang terselubung.
Hal ini tentunya Aku tahu akan resiko yang mengintai, tapi aku tetap gigih melakukannya karena bagiku seorang Jurnalis kebenaran adalah panggilan mendesak dan mendalam dengan satu Prinsip yaitu Penjara Atau Mati.
Ketika Edisi terbaru terbit, saat itulah orang orang di wilayah kota terbangun oleh cuplikan berita yang ditayangkan. Akupun sadar dan tahu bahwa perjuangan tidak sia sia., Karena setiap kata kurangkai adalah langkah menuju dunia yang lebih adil dan bijaksana.,
Jadi dengan bersenjatakan Handphone di tangan dan keberanian di hati aku terus menulis mengungkap berbicara. pemberontakan dan perlawanan dalam setiap kata, kalimat hingga menjadi paragraf akhirnya menjelma menjadi sebuah berita., itu adalah perjuangku sebagai seorang Jurnalis dalam mencari dan menyuarakan kebenaran dan keadilan.
Jurnalis Media Jurnal Polisi
Dhika Ahmad M







