

KALIPUCANG – Pilkades sudah menjadi pengalaman bersama, namun tetap ada sosialisasi jangan sampai kepanitiaan melakukan kesalahan. Lantaran baik dan tidaknya pelaksanaan tergantung kepanitiaan, lalu terkadang ada peraturan yang berubah. Botoh judi harus diwaspadai, karena Pilkades sering dijadikan ajang taruhan. Hal lain yang harus dipahami adalah visi misi Kepala Desa, karena dari pengamatan kadang ada visi misi diabaikan. Maka visi misi bakal calon Kades tidak hanya disampaikan secara lisan, tapi juga ditempelkan di tempat strategis agar semua bisa melihat dan menagih janji kampanye. Panitia diminta pula meneliti keabsahan ijazah para bakal calon, pendataan pemilih juga bisa di kroscek di Dindukcapil, karena data juga sering menjadi persoalan di kemudian hari.
“Ini dalam rangka menjaga stabilitas keamanan daerah. Ucap Pak Camat.
“Kerawanan-kerawanan harus diperhatikan, seperti kecurangan, sengketa, harapan kami sebagai muspika jangan sampai ada yang ke ranah pidana, karena akan berdampak pada biaya, maupun situasi kamtibmas di desa bersangkutan. Jangan segan berkonsultasi, silahkan para Danramil dan Kapolsek diajak berembuk bersama jangan ambil keputusan sendiri,” kata Kapolsek Kalipucang.
Danramil Kalipucang Kapten Sujono mengatakan, semua yang disampaikan harus dipahami, maka perencanaan yang sudah matang ini harus diikuti dengan disiplin waktu. Panitia diminta berbuat semaksimal mungkin dan berbuat adil dengan para calon Kades agar semua kondusif. Pihaknya juga siap membantu keamanan, namun demikian harus dikoordinasi lebih lanjut terkait berapa jumlah personil yang dibutuhkan.
“Petunjuk teknis adalah hal yang utama, jangan sampai dilanggar, karena akan memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Monggo semua bisa dipelajari kalau tidak paham bisa dikonsultasikan. Kami pun akan melakukan pemantauan,” katanya bapa Danramil Kalipucang.
(Red)







