
Jurnal polisi.co.id, Tanjung Redeb –
Warga Tani kel. Rinding RT.12 kec. Teluk bayur, mengeluhkan adanya pencemaran limbah di Anak Sungai di lingkar perkebunan Sawah dan Kebun Sayur,Selasa(30/05/23) pengakuan warga Tani inisial “M” menerangkan Bahwa sudah beberapa kali meminta pihak penambang agar tidak mencemari anak sungai karena sungai tersebut mengalir ke sawah dan kebun sayur,dan di gunakan sebagai sumber air untuk menyiram kebun sayuran serta Cabe, Tandas warga,
Diterangkan warga,Bahwa Anak Sungai tercemar dari adanya aktivitas galian batu Bara, limbah Batu Bara yang di buang ke anak sungai sehingga air sungai yang biasa jernih kini kotor dan bisa menyebabkan tanaman perkebunan Sawah dan sayur bisa gagal panen.
Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengeluarkan limbah batu bara dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Aturan mengenai pengelolaan limbah B3 tersebut dulunya diatur pada PP No 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. PP tersebut kemudian dicabut dan diganti dengan PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Untuk mengelola limbah B3 ada izinnya,”

Lanjut warga,Sungai yang tercemar limbah batu bara tidak dapat digunakan lagi sebab aktifitas tambang belum tau kapan akan selesai, sementara anak sungai tersebut adalah satu-satunya sungai yang sering di gunakan warga petani untuk mandi dan cuci selepas aktivitas berkebun.”ungkapnya
Terkait dengan Anak Sungai yang tercemar,warga berharap agar Instansi terkait segerah turun menyelesaikan persoalan ini,
sebab anak sungai tersebut digunakan petani untuk kesuburan perkebunan mereka,
“Kami pernah keluhkan terkait pencemaran anak sungai ini ke Pak RT,dan bersama pak RT serta petani ke lokasi tambang yang hanya berjarak 200 meter di sekitar perkebunan, berharap untuk meminta pengertian mereka,Namun sampai saat ini permintaan kami belum di mengerti,Kami diam dan pasrah sebab kami tidak paham harus bagaimana.Tutup warga.
Tim.







