Operasi SAR Kapal Tenggelam di Bibinoi Dihentikan, Korban Tidak Ditemukan

Jurnal polisi – Brigade – Proses pencarian korban kecelakaan Kapal PM Hindriani di Perairan Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, resmi dihentikan. Operasi pencarian dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan dengan menggunakan Speed Karet milik Basarnas dan Speed Rescue Boat Polyethylene milik BNPB selama tujuh hari, terhitung sejak 23 hingga 30 Januari 2026.

Selama pelaksanaan operasi SAR, berbagai upaya maksimal telah dilakukan, namun korban yang dicari tidak kunjung ditemukan dan dinyatakan hilang. Penghentian operasi pencarian ini sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas yang menetapkan masa pencarian selama tujuh hari. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil briefing bersama Tim SAR Gabungan serta pihak keluarga korban. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, ujarnya.

Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR Gabungan dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir lima sektor pencarian. Selain pencarian melalui jalur laut, pemantauan juga dilakukan dari udara serta di bawah laut dengan memanfaatkan teknologi drone.

Sebelumnya diberitakan, sebuah longboat rute Pelabuhan Babang–Pigaraja mengalami kecelakaan laut dan tenggelam pada Jumat, 23 Januari 2026. Longboat yang mengangkut 59 penumpang tersebut tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi saat melintas di perairan Desa Bibinoi. Dari total penumpang, sebanyak 57 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu orang balita berusia dua tahun bernama Nurul Najwa dinyatakan meninggal dunia.
Jumat, (30/01/2026).

(Mendra)